oleh

Istri Lagi Hamil Tua, Andi Karyawan Hotel CI, 2 Bulan Tak Gajian

-HUKRIM-25 views

MEDAN, Eksisnews.com – Andi Sutrisno yang merupakan salah seorang karyawan Hotel Citi International (Citi Inn) Palang Merah Medan sudah dua bulan belakangan tak menerima gaji dari tempatnya bekerja. Padahal saat ini Andi menuturkan bahwa dirinya lagi membutuhkan biaya persiapan persalinan buat istri tercintanya yang sedang hamil tua.

Saat ditemui awak media, Andi mengaku sudah 2 bulan terakhir tak menerima gaji. Diketahui awalnya Andi sebagai teknisi hotel, hingga dengan keuletan dirinya, ia dipercaya sebagai operator maupun maintenance generator electrical (mesin genset) Hotel Citi International.

Mengetahui hal tersebut, BPP Sekretaris Buruh Merdeka Indonesia (SBMI), Aris Rinaldi Nasution menyebutkan bahwa pihaknya menolak dengan melontarkan somasi melalui Biro Bantuan Hukum (BBH) SBMI ke Perusahaan Hotel Citi International atas kesewenangan pihak management hotel tersebut.

“Masalah yang dihadapinya bermula dari mutasi yang tidak masuk akal dan bertentangan dengan hukum ketenagakerjaan.

Bagaimana tidak Andi Sutrisno yang bekerja di Hotel Citi International Palang Merah harus diperbantukan ke Perusahaan Pengolahan Logam yang memproduksi Pipa besi di seputaran Kawasan Industri Medan tahap I, Mabar. Bagaimana mungkin Pekerja diperbantukan/mutasi ke Perusahaan yang berbeda badan hukum dengan tempatnya bekerja?. Meskipun Pemilik Kedua Perusahaan tersebut adalah orang yang sama, kita harus pahami bahwa secara hukum Pendaftaran perusahaan dan NPWP Perusahaan tersebut sudah berbeda, inilah letak keberatan kami,” ujar Aris Rinaldi Nasution yang merasa tindakan perusahaan tersebut telah menyalahi Peraturan dan Perundang-undangan Ketenagakerjaan di Negara ini.

Lanjutnya, keberatan Pihak Pekerja ini telah sampai di meja mediator Dinas Tenaga Kerja Kota Medan. Mereka berharap proses mediasi dapat membuka nurani manajemen Hotel Citi International untuk patuh terhadap ketentuan peraturan dan perundang-undangan Ketenagakerjaan.

Pencarian kebenaran dalam tahapan mekanisme Perundangan Ketenagakerjaan kini sudah berbuah anjuran dari Disnaker Kota Medan. Diantaranya termaktub, bahwa Perusahaan tidak dapat melakukan mutasi/memperbantukan Pekerja Andi di Pabrik yang memproduksi Pipa di kawasan KIM 1 Medan.

“Hal tersebut dilarang karena manajemen Hotel Citi International dan Pabrik Pipa tersebut, memiliki badan hukum yang berbeda. Jika perusahaan tetap bersikeras tidak ingin memperkerjakan Andi Sutrisno di Hotel Citi International, sesuai ketentuan perusahaan harus membayar kewajiban berupa pesangon terhadap Andi, mengenai menyambung bekerja di pabrik pipa, itu juga harus dengan persetujuan Andi selaku Pekerja.

Keganjilan juga terlihat jelas dengan dihapusnya data Andi pada mesin absensi sidik jari Hotel Citi International yang berada di Jalan Palang Merah, datanya dihapus dan tidak dapat melakukan absensi seperti biasa. Sementara rekan-rekan kerjanya tidak mendapat perlakuan yang dinilai intimidatif tersebut,” tegas Aris.

Sementara Rahmad Syah Ramadhan Harahap, Fungsionaris Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kota Medan mengatakan ada dua dugaan terkait kasus Andi Sutrisno dan Management Hotel Citi International ini.

“Yang pertama dugaan bahwa management Hotel Citi International belum memahami Peraturan dan Perundang-undangan Ketenagakerjaan yang berlaku.

Kedua patut juga kita duga bahwa perusahaan sangat memahami kesalahannya, namun mengupayakan agar perjalanan kasus ini berjalan lamban, memakan waktu, mempersulit Andi memperoleh haknya, kita doakan mudah-mudahan tidak seperti itu,” jelasnya. (ENC-NZ)

Komentar

Baca Juga