oleh

Jejak Sosial Kapolres Batubara Banyak Diikuti Komunitas

EKSISNEWS.COM, Batubara – Salah , komunitas pemuda yang dipimpin Kartini Batubara Wanazima bernama Rumah Edokasi dan informasi Kabupaten Batubara terus melakukan bakti sosial kepada seluruh masyarakat tidak mampu, para kaum dhuafa dan juga fakir miskin serta anak yatim piatu di Kabupaten Batubara.

Dalam kifrahnya Wanazima bersama teman teman relawan para pemuda pemudi Batubara melakukan kunjungan-kunjungan membantu dan mengedukasi para masyarakat dalam menangani kemiskinan maupun menolong warga yang kurang mampu.

Wanazima ketua dari perkumpulan Komunitas Rumah Edokasi dan Informasi mengaku kalau komunitas ini dibina oleh Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH dalam gerakan sosial untuk mengedukasi masyarakat membuat ekonomi masyarakat agar bisa lebih baik.

Dikunjungan ke semua lini daerah di Batubara, Wanazima tak jarang menemui berbagai macam persoalan masyarakat tentang kehidupan ekonomi maupun kehidupan masyarakat yang sangat tidak mampu.

Mereka bersama beberapa relawan yang ada akan melakukan edukatif kepada masyarakat bagai mana cara berusaha dengan modal yang ada. “Ini kami lakukan sesuai dengan arahan pembina kami yang tak lain adalah sang pejuang dhuafa bapak Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH,” ungkap Wanazima.

Saat terpantau awak media pada saat Komunitas Rumah Edokasi dan Informasi ini, Wanazima bersama Kasubag Humas Polres Batubara AKP Nico Siahaan SH.M hum, beserta rombongan melakukan kunjungan kepada warga miskin yang sempat viral di media sosial dengan judul ‘Kursi Rodaku Seperti Ini’.

Para utusan Kapolres Batubara ini pun mengatakan memang benar mereka hadir di kediaman Ibu Nur Hasna (36) dengan anak nya yang bernama ihkramsyah (11).

“Kami melihat langsung dan sangat prihatin tentang keadaan Ikhramsyah yang menyandang disabilitas dan melihat kursi rodanya yang tidak bisa berjalan lagi serta tempat duduk nya yang sudah ditambal kain sarung, saat ini pun kain sudah compang camping alias robek.

Anak seorang janda yang bekerja babu cuci ini pun saat ini sedang sakit hingga sering menangis merasakan sakit pada tubuhnya dikarenakan kursi roda yang ia miliki tidak nyaman lagi di tubuh nya.

Hal ini akan segera kami laporkan kepada Kapolres untuk diatensikan kursi roda baru kepada Ikhramsyah anak penyandang disabilitas tersebut.

Menurut keterangan sang Ibu (Nurhasana), di masa masih ada ayah nya, masih mampu untuk menghidupi keluarga kecil mereka. “Saya memiliki tiga orang anak satu perempuan dan dua laki laki, Ikhramsyah adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Sejak lahir Ikhram sudah seperti ini.

Ayah nya saat ini sedang menjalani hukuman di penjara sana akibat perbuatan orang tua nya suami saya yang jadi korban, saya berharap pak polisi bisa meringankan hukumannya di mana saat ini saya harus mencari nafkah sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain dan keluarga suami saya.

Bekerja buru cuci dan menjual gorengan menjadi usaha saya untuk menghidupi ketiga anak saya . Mohon sekali buat bapak Kapolres yang baik hati, kalau lah ada langkah lihat lah kami disini kasian anak anak saya pak,” ungkap ibu Nur Hasana kepada awak media dan berharap utusan yang datang dari bapak Kapolres bisa membantunya. (ENC-Bm)

Komentar

Baca Juga