Juanda Terpilih Menjadi Ketua MPIG_KM Madina
EKSISNEWS.COM, Madina – Juanda terpilih menjadi Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Mandailing (MPIG_KM) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) periode 2021-2026, Senin, (08/11/2021), penyerahkan SK kepengurusan Nomor : 521/0670/K/2021, dilakukan langsung oleh Bupati Madina Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution, di ruang kerja bupati.
Adapun sususan kepengurusan MPIG_KM Madina yakni Juanda sebagai Ketua, Mahfus Budiawan Sekretaris serta Ahkyar sebagai Bendahara.
Bupati Madina HM Jakfar Sukhairi Nasution dalam kesempatan itu memberi ucapan selamat kepada kepengurusan MPIG_KM Madina untuk 5 Tahun kedepan. Beliau berharap agar MPIG_KM Madina kedepan turut berperan dalam pembangunan Madina terutama dari sektor petani kopi.
Dimana menurutnya kopi Mandailing ini merupakan prioritas Pemkab Madina untuk meningkatkan kesejahtaraan petani kopi, Dan kedepan Pemkab Madina siap mendukung program-program yang akan dilaksanakan oleh MPIG_KM serta siap mambantu sebisa mungkin.
Sementara itu Ketua MPIG_KM Madina Juanda kepada wartawan, Selasa (/11/2021) mengatakan jika dirinya berterimakasih kepada seluruh elemen dan rekan-rekan yang telah memberinya amanah dalam mengemban tugas di MPIG_KM saat ini.
Juanda berjanji akan mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya serta akan membentuk kolaborasi dengan semua elemen yang dapat membantu memajukan MPIG_KM Madina kedepan.
Dirinya juga berharap agar kopi Mandailing lebih dikenal masyarakat luas sebagai kopi yg bermutu tinggi yg benar-benar berasal dari tanah Mandailing.
“Kita ketahui sekarang ini banyak kopi Mandailing yang beredar di dalam dan diluar negri yg bukan berasal dari Mandailing, Dan memang kitalah sekarang pemegang sertifikat indikasi geografis yg telah di akui oleh kemenkumham serta diakui dunia”terang Juanda.
Dilanjutkannya, kedepan nantinya MPIG_KM bisa membantu petani kopi yg ada di Madina, mengangkat perekonomian dan tarap hidup masyarakat Mandailing Natal.
Melalui sosialisasi nantinya kepada para petani kopi karna sangat kita sayangkan disaat harga kopi turun, lahan kopi cenderung di tinggalkan oleh para petani kopi.
“Kedepan kita mengupayakan dengan bekerja sama dengan dinas terkait seperti dinas pertanian, dinas perkebunan serta yang lainnya, Kita bergarap kepada para petani agar tetap merawat kebun kopinya walupun harga sedang anjlok” tambahnya. (ENC-HL)
Comments are closed.