oleh

Juda Agung : GBBI dan GBWI Jadi Momentum Perkuat Apirmasi Keberpihakan ke Produk Dalam Negeri

-BISNIS-10 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung mengatakan melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI) dinilai menjadi momentum dalam memperkuat apirmasi keberpihakan terhadap hasil produk dalam negeri.

“Oleh sebab itu menjadi komitmen kita semua untuk melakukan apirmasi keberpihakan terhadap produk dalam negeri harus terus kita lakukan. Maka melalui kegiatan GBBI dan GBWI ini jadi momentum memperkuat apirmasi tersebut,” kata Juda Agung dalam acara Pagelaran Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2024 di Istana Maimon, Medan, Rabu (3/7/2024).

Artinya, ujar Juda, perlu adanya langkah – langkah strategis dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat tersebut.

Seperti, tambahnya, dari sisi pengambil kebijakan, berbagai langkah seperti kewajiban pemerintah dalam hal penggunaan produk lokal termasuk UMKM adalah hal kongkrit menangkal serbuan produk impor yang harus dilakukan.

Dan, dari sisi UMKM tentunya, sebut Juga, berbagai langkah juga harus dilakukan, dalam menjaga daya saing produk yang dihasilkan mereka.

“Dapat kita ketahui UMKM adalah jantung ekonomi daerah, mereka penyumbang sebagian besar lapangan kerja, menjadi motor penggerak dan penyangga daerah, tapi kalau dilihat fenomena beberapa tahun terakhir ini jadi tantangan UMKM dengan produk lokalnya semakin berat,” kata Juda  menambahkan.

Produk impor tersebut bukan hanya murah, namun, ujarnya kembali, yang lebih memprihatinkan kerajinan tradisionil seperti tenun juga sudah mulai di tiru dan di produksi secara massal, tentu inilah tantangan besar bagi produk UMKM tersebut.

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni mengajak masyarakat, khususnya Sumut untuk menggunakan produk lokal guna mendorong pertombuhan ekonomi daerah.

“Saya sangat senang dengan kegiatan – kegiatan yang dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya UMKM untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara luas. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menyambut baik berbagai inisiatif untuk percepatan pengembangan UMKM dan pariwisata dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut,” katanya.

Menurut Fatoni melalui GBBI dan GBWI tahun 2024 dapat mendorong semangat para pelaku UMKM untuk terus berkembang dan berinovasi. Saat ini, jumlah UMKM di Sumut tercatat sebanyak 1,16 juta yang mampu menyerap 80% tenaga kerja. Dari jumlah tersebut sebanyak 98,9% merupakan usaha mikro dan kecil, sedangkan usaha menengah dan besar hanya sebanyak 1,1%.

Melalui pagelaran KKSU ini, Fatoni mengimbau para pelaku UMKM untuk dapat melakukan transformasi dan inovasi usaha. Salah satu caranya dengan memanfaatkan media sosial, e-Commerce dan website sebagai sarana utama pemasaran dikarenakan sejalan dengan adaptasi kehidupan normal yang baru.

Selanjutnya menguatkan sinergi dan kolaborasi antar-pelaku dan pendukung UMKM dalam berbagai bentuk dari proses produksi, permodalan, maupun pemasaran. Fatoni juga menyarankan pelaku UMKM agar mengoptimalkan transaksi penjualan menggunakan alternatif sistem pembayaran tanpa sentuhan dengan menggunakan Quick Response Indonesian Standard (QRIS).

“Kami dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melalui Dinas Koperasi dan UKM tahun 2024 ini juga mengadakan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kewirausahaan dan juga peningkatan daya saing UKM melalui kegiatan, seperti berbagai pelaksanaan inkubator bisnis, fasilitasi pameran dan galeri produk UMKM, pelatihan peningkatan produk UMKM dan branding produk, yang akan memberikan dampak yang lebih signifikan bagi perkembangan seluruh UMKM di Sumut,” tutupnya.(ENC-2).

Komentar

Baca Juga