Kadinkes – Pirngadi Tak Harmonis, Komisi II Cecar Tanggung Jawab Edwin
MEDAN, Eksisnews.com – Kesan adanya ketidak harmonisan diantara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Medan dengan Direktur RSU dr Pirngadi Medan, menjadi alasan Komisi II DPRD Kota Medan mencecar sejumlah pertanyaan termasuk meminta tanggung jawab Edwin Effendi yang sebelumnya pernah menjabat di rumah sakit milik pemerintah kota (Pemko) Medan tersebut.
“Kami mau lihat Pak Kadis (Edwin Effendi) yang bekas Direktur RSU dr Pirngadi, kalau Pak Kadis pingin lakukan perubahan atau perbaikan, kalau ada niat, pagu cuma dapat 30 persen anggaran saya rasa ga soal, jadi tergantung niat lah itu semua,” kata anggota Komisi II DPRD Medan, Wong Chun Sen saat ikut mencecar sejumlah pertanyaan ke Kadinkes Medan, Selasa (4/2/2020).
Keluhan disampaikan Direktur Utama RSU dr Pirngadi Medan, Suryadi Panjaitan, kondisi terpuruk manajemen Pirngadi dirasakannya tepat di tahun 2018 lalu, dengan hanya 4 (empat) puskesmas dari 21 kecamatan di Kota Medan pasien dapat dirujuk ke Pirngadi.
“Itu tanpa sepengetahuan kita (Pirngadi), kita tanya BPJS malah sebaliknya melempar, tanyakan ke regulator (Dinkes), karena kami hanya jalankan,” sehutnya sembari berharap itu dikembalikan, karena akibat itu terjadi penurunan jumlah pasien hingga 50 persen.
Padahal, berdasarkan Permenkes nomor 3 tahun 2020 telah menegaskan bahwa tidak ada lagi klasifikasi rumah sakit.
“Itu sangat bahaya, untuk itulah kita butuhkan sarana prasarana dukung Pirngadi,” serunya.
Dikesempatan itu, Edwin Effendi menegaskan terkait kondisi sarana dan prasarana di Pirngadi termasuk mengenai eskalator yang tidak berfungsi.”Sebenarnya kondisi ini sudah lamanya tak berfungsi dua beriode sebelum saya sudah ga berfungsi. Dananya besar artinya kalau beli baru mungkin dengan kondisi sekarang tak mungkin juga,” ucapnya.
Untuk anggaran yang dialokasikan ke rumah sakit tersebut, menurutnya, posisi dinas kesehatan hanya koordinasi.
“Jadi, sebenarnya Pirngadi itu punya strukturkan, hanya untuk anggaran dia ditumpangi di Dinkes. Nah, programnya kemana itu kita masing-masing usulkan,” terangnya.
Menyahuti itu, Ketua Komisi II, Aulia Rachman mendesak komitmen Kadinkes terhadap pengembangan rumah sakit itu.”Kami ingin komitmen Pak Kadis, lihat wajah Direktur Pirngadi ga nyaman dia, tangannya terus hitung hutang,”pungkasnya meminta.(ENC-2).
Comments are closed.