Kadis Pendidikan Tapsel Amros Karang Matua Tunjukkan Sikap Arogan

EKSISNEWS.COM, Tapsel – Sikap Arogansi di tunjukkan Kadis Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Provinsi Sumatera Utara,sewaktu awak media meminta waktu konfirmasi terkait beberapa dugaan penyimpangan di dinas tersebut,Kamis (24/2/2022).

Kejadian ini berawal saat beberapa Awak Media hendak bertamu menjumpai kadis diruang kerja,saat hendak memasuki pintu ruang dinas pendidikan Tapsel ada 2 orang penjaga pintu masuk kantor dinas melarang masuk yang katanya suruhan kadis untuk terlebih dahulu menggunakan Aplikasi “Peduli Lindungi” setelah di download aplikasi Peduli Lindungi barulah bisa untuk bertemu kadis,sebut penjaga pintu.

Setelah mendownload aplikasi ” Peduli Lindungi” menunggu beberapa waktu,awak media menanyakan kesediaan kadis pendidikan untuk menerima wartawan terhadap 2 petugas penjaga pintu,akan tetapi di jawab petugas jaga kadis lagi ada tamu.

Diperkirakan sudah menunggu beberapa lama karena ada-ada saja alasan dari petugas penjaga pintu untuk tidak bisa bertemu kadis yang dari dalam menanyakan hal awak media ingin bertemu/konfirmasi.

Tiba-tiba sang kadis Amros Karang Matua Srg keluar dari pintu kantor dinas,awak media bertanya,izin Pak Kadis,Mohon Waktu setelah menunggu beberapa jam hendak bertemu kadis,dengan arogannya Amros Karang Matua berucap itu sudah ada peraturan kami baru boleh masuk menunjukkan adanya aplikasi di dinding depan pintu masuk kantor dinas mungkin maksudnya Barkot “peduli lindungi”.

Awak media menjelaskan sudah bisa masuk terdapat di aplikasi “peduli Lindungi” akan tetapi dengan gaya entengnya kadis pendidikan tapsel meninggalkan wartawan yang sudah menunggu sedari tadi,wartawan berucap “Pak kadis kami tunggu Bapak untuk konfirmasi terkait dugaan penyimpanan pada dinas yang bapak pimpin”bukan mau minta uang sebut awak media”.

Dengan sikap arogansi kadis Pendidikan tapsel Amros Karang matua menyebut “Disini bukan tempat minta uang” dengan gaya menepuk dada dan berucap “saya tidak suka” setelah itu Amros karang matua sambil menuju mobil ianya sempat menunjuk ke salah satu wartawan sembari meninggalkan kantor dinas pendidikan dengan mobil dinasnya.

Mungkin maksudnya kehadiran wartawan yang hendak konfirmasi terkait dengan penyimpangan anggaran pada Dinas Pendidikan kabupaten tapanuli selatan tersebut tidak disenangi kadis Pendidikan apalagi terkait yang mau di konfirmasikan kepadanya.

Seyogyanya media adalah mitra kerja pemerintah, dan Sosial Kontrol,diharapkan kepada Bapak Bupati Tapanuli Selatan Dolly Parlindungan Pasaribu mengevaluasi sikap – sikap arogansi bawahannya dalam hal ini kadis Pendidikan tapsel,mungkin lamanya kadis Pendidikan Amros karang matua menjabat Kadis tidak pernah di tegor Bupati,hal ini harus segera cepat disikapi oleh Bapak Bupati Tapanuli Selatan kalau perlu di copot, apabila ada penyimpangan yang dilakukan.

Masih banyak ASN dilingkup pemkab (pemerintah kabupaten) tapsel yang berkwalitas dan profesional, diharapkan kepada Bapak Bupati melakukan pengecekkan dugaan-dugaan penyimpangan yang terjadi di dinas Pendidikan kabupaten tapsel.

Media sebagai mitra strategis pemerintah dapat menjalin harmonisasi untuk mewujudkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati kabupaten tapanuli selatan tidak dipandang enteng.(ENC-P.Hsb)

Comments are closed.