Keponakan Tikam Paman Pakai Keris Hingga Tewas

MEDAN, Eksisnews.com – Firman (36) warga Jalan M Yakub, tepatnya di Pasar Belakang, Gang Tinik, Kelurahan Sei Kerah Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena menikam paman kandungnya hingga tewas.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim, Kompol Eko Hartanto, Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin dan Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Prasetyo saat paparan di lobby utama Polrestabes Medan, Selasa (3/12/2019) sekira jam 15.35 WIB, dihadapan media menyebutkan, awal kronologis kejadian berawal saat pelaku cekcok dengan Ibu kandungnya lantaran tak terima diberikan uang sebesar Rp 1500,- untuk membeli obat Sofel anti nyamuk.

Oleh Ibu pelaku bernama Lina merasa ketakutan melihat anaknya (pelaku) marah-marah, langsung memanggil adik kandungnya (korban).

Tak berapa lama kemudian setelah korban bersama isterinya datang langsung menemui pelaku. Pelaku yang tak terima merasa dinasehati langsung naik ke atas loteng rumah untuk mengambil krisa yang selanjutnya saat korban yang tak lain masih Paman kandungnya menasehati pelaku langsung menusukan sajamnya ke arah bagian tubuh korban hingga akhirnya korban Ahmad Daraby Chan (46) tewas bersimbah darah.

“Pelaku yang tak terima langsung mengambil alat sajam berupa keris dari atas loteng rumahnya yang kemudian keris tersebut pun langsung ditusukanya ke korban hingga akhirnya korban yang masih Paman kandungnya sendiri tersebut tewas ditempat dengan kondisi bersimbah darah akibat kerisnya menancap di bagian dada si korban,” jelas Kombes Pol Dadang dihadapan sejumlah wartawan.

Lebih lanjut lagi, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menyebutkan kembali, setelah melihat pamanya meregang nyawa, pelaku sambil berteriak teriak kabur melarikan diri hingga menjadi perhatian warga ramai setempat, bahkan isteri korban beserta ibu pelaku bersama keluarga yang melihat hal tersebut berteriak histeris terkejut.

“Nah setelah pelaku menghabisi nyawa korban langsung kabur melarikan diri dari rumah sembari berteriak kuat, bahkan isteri beserta ibu nya dan keluarga yang melihat korban tewas dengan kondisi pisau keris masih menancap di dadanya langsung berteriak histeris hingga mengundang perhatian warga ramai setempat, meskipun keluarga berusaha membawa korban ke RS namun nyawa korban tak tertolong lagi,” ucap Kombes Pol Dadang Hartanto kembali.

Melihat kejadian tersebut yang selanjutnya dalam hitungan tak lama kemudian dari pihak petugas Kepolisian akhirnya tiba di lokasi TKP usai mendapatkan informasi dari masyarakat.

“Nah pihak petugas Kepolisian dari Polsek Medan Timur yang mendapatkan adanya informasi dari warga langsung tiba dilokasi TKP yang kemudian membuat serangkaian pemeriksaan dan penyelidikan yang hingga akhirnya diketahuilah jika pelakunya adalah keponakanya sendiri yang awalnya berusaha kabur,” katanya kembali.

Dalam penjelasanya lagi, Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan pelaku yang kabur tersebut yang berada di kawasan Perumnas Mandala berusaha mengelabui pihak petugas dengan berpura-pura menyamar sebagai pengemis (Gelandangan, red), namun petugas yang sudah mengetahui identitas dan ciri-cirinya tidak dapat dikelabui oleh pelaku, dan pelaku yang mencoba melarikan diri saat akan ditangkap langsung ditembak petugas di bagian kakinya yang selanjutnya sebelum pelaku di amankan terlebih dahulu Firman dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pengobatan atas luka tembak yang ada dibagian kakinya.

“Akhirnya petugas Satreskrim Polrestabes Medan bersama unit reskrim Polsek Medan Timur berhasil menangkap dan mengamankan si Firman yaitu pelaku yang menikamkan alat sajam keris ke dada korban yang membuat Pamanya tewas tak bernyawa,” ucap Kombes Pol Dadang Hartanto.

Dikatakanya lagi, dengan perbuatan pelaku hingga membuat nyawa korban hilang akhirnya keponakan korban akan dijerat sesuai hukum yang berlaku.

Pelaku dengan rambut pendek dan bagian kaki yang dibalut perban hanya bisa menundukan wajahnya dan menjawab pertanyaan wartawan dengan suara kecil.

“Saya menyesal Pak dan meminta maaf atas perbuatan yang telah aku lakukan,” ucap pelaku dengan nada suara pelan dihadapan wartawan sembari digiring kembali oleh petugas ke dalam sel usai kegiatan Konferensi Pers yang berlangsung di dalam Loby utama Polrestabes Medan. (ENC- Bucos)

Comments are closed.