Kepsek di Percut Sei Tuan ‘Ramai-Ramai Jadi Pengurus LSM, LIPPSU: Harta Para Kepsek Harus Diaudit
EKSISNEWS.COM, Percut Sei Tuan – Para kepala sekolah dasar (SD) di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dikabarkan ‘beramai-ramai’ masuk menjadi pengurus lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Para kepala sekolah yang menjadi pengurus LSM tersebut juga merasa bangga kalau dirinya menjadi pengurus LSM dengan memampangkan foto profil dirinya memakai kemeja beratribut LSM di nomor WhatsApp(WA)nya, seakan dirinya bangga menjadi pengurus LSM ketimbang menjadi ASN atau jabatan kepala sekolah yang saat ini menjadi tugasnya.
Informasi ini tentunya menjadi pertanyaan para kalangan.
Mengapa dan apa indikator para kepala sekolah dasar di Percut Sei Tuan tersebut beramai-ramai manjadi pengurus LSM.
“Lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu adalah NGO (Non-Governmental Organization), organisasi di luar pemerintah yang memiliki kepentingan sosial dan lingkungan. LSM beroperasi secara mandiri tanpa ada intervensi dari pemerintah pusat maupun daerah
Jadi kalau ada ASN masuk menjadi pengurus LSM, hartanya harus diaudit dulu. Apa kepentingannya menjadi pengurus LSM, nanti hanya tameng untuk melindungi dirinya karena menjabat kepala sekolah,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pemerintahan Sumatera Utaara (LIPPSU) Azhari AM Sinik kepada eksisnews.com Minggu(6/8/2023).
Kata Azhari Sinik, LSM seogianya adalah kumpulan orang-orang yang mempunyai pinansial yang cukup yang penduli dengan kepentingan sosial dan lingkungan yang mandiri.
“Jadi kalau ada ASN jadi pengurus LSM, itu dananya dari mana. Hartanya harus diaudit dulu, jangan-jangan pakai dana BOS untuk menjadi pengurus LSM, itu uang rakyat,” kata Azhari.
Azhari Sinik mendesak agar Sekdakab Deli Serdang Timor Tumanggor sebagai pejabat publik pelayanan kepada masyarakat harus memberi teguran secara tertulis kepada para kepala sekolah yang notabenenya adalah ASN, agar para kepala sekolah tersebut sadar akan tugas dan pungsinya sebagai ASN.
“Semestinya para kepala sekolah tersebut bisa berkarir dengan baik sebagai kepala sekolah, membangun bangsa dengan menghasilkan karya nyata dengan mencerdaskan anak didik dan berkualitas dan mengharumkan nama sekolahnya sebagai sekolah penggerak dan barometer di dinasnya.
Jadi pengurus LSM mungkin hanya untuk tameng agar aman anggaran dana BOS yang dikelolanya atau memang sudah bosan menjadi kepala sekolah. Di Deli Serdang yang mau jadi kepala sekolah antri loh, apa mau cepat dicopot,” tegasnya.
Sementara itu Sekdakab Timor Tumanggor ketika dikonfirmasi terkait banyaknya kepala sekolah dasar di Percut Sei Tuan yang saat ini menjadi pengurus LSM belum memberikan jawaban. (ENC-Cok)
Comments are closed.