KPw BI Sumut Sebut Upaya Bersinergi BI untuk Mendorong UMKM Go Ekspor

EKSISNEWS.COM, Medan – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Soekowardojo menyebutkan sejumlah upaya bersinergi Bank Indonesia (BI) untuk mendorong UMKM Go Ekspor.

Diantaranya, melalui peningkatan kapasitas UMKM agar mampu menghasilkan produk lebih berdaya saing, menyelengarakan berbagai event promosi seperti pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) untuk level nasional, pameran Karya Kreatif Sumatera Utara untuk level wilayah, berbagai kegiatan dalam rangka business matching dengan potensial buyer luar negeri bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di luar negeri, serta mengikutsertakan UMKM binaan pada beberapa event promosi internasional baik yang berlangsung di dalam negeri amupun di luar negeri, seperti pameran New York Now, sebuah pameran kriya terbesar di USA, dan lainnya.

“Dukungan dari berbagai asosiasi ekspor tentunya juga sangat diperlukan, tak terkecuali dukungan dari Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia Sumatera Utara,” kata Soekowardojo pada pembukaan pelatihan kelas ekspor untuk UMKM 22 – 24 Juni 2021 berlangsung secara virtual, Selasa (22/6/2021).

Kegiatan dimaksud diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara (DJBC Sumut) bekerjasama dengan Balai Besar Karantina Pertanian Belawan (BBKP Belawan), Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Medan I (BKIPM I Medan), serta KPw BI Prov. Sumut, sebagai salah satu upaya dalam mendorong pengembangan dan peningkatan ekspor produk UMKM di wilayah Sumut.

Menurutnya juga, dalam pelaksanan program pengembangan UMKM, Bank Indonesia menetapkan peta jalan pengembangan UMKM dengan membagi UMKM ke dalam 4 level, yaitu UMKM Potensial, UMKM Sukses, UMKM Digital dan UMKM Ekspor. Penetapan level UMKM dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa kriteria antara lain omset, akses pasar, metode pemasaran (offline, online) dan mitra.

Termasuk, katanya, pada program pengembangan UMKM dilakukan dari hulu ke hilir dengan lebih difokuskan pada 4 hal, yaitu mendorong ketersediaan bahan baku, meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses produksi dan kelembagaan, mendorong digitalisasi dan pembiayaan, serta  mendorong perluasan akses pasar, termasuk akses pasar global atau ekspor.

Diketahui, pelatihan rencananya diikuti lebih dari 70 UMKM, terdiri atas 57 UMKM Binaan Bank Indonesia di wilayah Sumut, yaitu KPw BI Sumut, KPw BI Pematang Siantar dan KPw BI Sibolga, sisanya merupakan UMKM binaan/mitra Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumut.

“Kami sangat senang dan menyambut baik sinergi, kerjasama antar stakeholder dalam penyelenggaraan event seperti ini. Kami memandang, pelatihan kelas ekspor bagi UMKM yang diselanggarakan ini sangat relevan dan diperlukan untuk mendorong ekspor produk- produk UMKM terutama dari wilayah Sumut. Kegiatan ini tentunya sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh pemerintah, Bank Indonesia dan kita semua dalam mendorong akses ke pasar global atau ekspor UMKM atau UMKM Go Ekspor,” ungkapnya.

Pelaku UMKM, ditambahkannya, begitu berperan dalam perekonomian Indonesia, baik dari sisi jumlah, kontribusi terhadap PDB, penyerapan tenaga kerja, maupun porsi terhadap ekspor non migas.

“Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2018, dapat kami informasikan bahwa pangsa UMKM mencapai sekitar 64,19 juta unit usaha atau 99,99% dari populasi perusahaan di Indonesia, Penyerapan tenaga kerja mencapai 116,97 juta tenaga kerja atau 97,05% dari total tenaga kerja, Berkontribusi sekitar Rp5.721,14 triliun atau 57,24% terhadap PDB, dan menyumbang sekitar Rp293.840,9 miliar atau 14,37% terhadap ekspor non migas,” jelasnya.

Untuk itu, ujar Soekowardojo, pihaknya berharap Kanwil Bea dan Cukai Sumatera Utara nantinya dapat menyampaikan data/informasi mengenai kontribusi ekspor Sumatera Utara, termasuk jenis komoditi yang diekspor, negara tujuan ekspor, serta kontribusi ekspor produk UMKM, dan peluang ekspor produk ke berbagai negara.

Dapat diinformasikan pelatihan ini akan berlangsung secara virtual selama 3 hari pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB, yang dimulai hari ini tanggal 22 Juni sampai dengan tanggal 24 Juni 2021.(ENC-2)

Comments are closed.