Management Medan Mall Berlakukan Tarif Parkir Progresif, Pedagang Pusat Pasar Demo Menolak
EKSISNEWS.COM, Medan – Akibat pemberlakuan tarif parkir progresif oleh manajemen pengelola Medan Mall, memunculkan aksi penolakan dari Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan. Aksi tersebut berlangsung di kawasan Pusat Pasar Medan, Senin (26/1/2026).
Dalam aksi itu, massa pedagang membakar ban bekas sebagai bentuk protes. Aksi tersebut menyedot perhatian pedagang lain maupun konsumen yang sedang beraktivitas di Pasar Pusat Pasar Medan.
Ketua Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan, Dedy Harvey Suheri, dalam orasinya menyatakan penolakan keras terhadap pemberlakuan tarif parkir progresif yang dinilai memberatkan. Menurutnya, tarif parkir progresif jam-jaman mencapai Rp20.000 per mobil, ditambah biaya pengaturan parkir sebesar Rp2.000 hingga Rp5.000 per kendaraan.
“Kami sudah lama memprotes kebijakan parkir progresif ini, namun tidak pernah ada tanggapan dari manajemen pengelola Medan Mall,” ujar Dedy diamini puluhan peserta aksi.
Menurut pedagang, manajemen Medan Mall tidak memahami kondisi pedagang dan konsumen di tengah tekanan ekonomi, karena kebijakan tersebut dinilai hanya berorientasi pada keuntungan semata tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap aktivitas perdagangan.
Hal senada disampaikan salah seorang orator, Nico Nadeak. Ia menyebutkan, penerapan tarif parkir progresif sangat merugikan pedagang dan konsumen, terutama di tengah situasi perlambatan ekonomi.“Dalam kondisi ekonomi yang sulit, tarif parkir seharusnya diturunkan dan diberlakukan tarif normal Rp5.000 per mobil sekali masuk,” tegasnya.
Selain itu, Nico juga menyoroti lemahnya tanggung jawab pengelola parkir. Ia menyebutkan, manajemen terkesan menghindar dari tanggung jawab apabila kendaraan yang diparkir mengalami goresan atau lecet, padahal tarif progresif seharusnya diiringi dengan jaminan keamanan dan kenyamanan kendaraan.
Para pedagang mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pihak pengelola.
Dikesempatan itu, Lamhot Hutajulu anak dari pemilik usaha Kain Tenun Ulos di Pusat Pasar Medan, Selasa (27/1/2026) turut berkomentar agar management mengevaluasi kebijakannya terkait tarif parkir itu.
“Kalau bisa jangan ada hitungan per jam lah karna ini kan pasar tradisional bukan mall besar seperti center point,” sebut Lamhot atas hal tersebut.
Hingga aksi dilakukan sebelumnya, perwakilan manajemen Medan Mall belum ada memberikan penjelasan atau klarifilasi atas kebijakannya tersebut kepada Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan. (ENC-2).
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.