Masyarakat Tantom Angkola Keluhkan Kelangkaan Pupuk

Tantom Angkola, Eksisnews.com – Masyarakat di Kecamatan Tano Tombangan Angkola  mengeluhkan kelangkaan pupuk dan kerusakan tanggul mengakibatkan terjadinya gagal panen disektor pertanian , sehigga berdampak pada upaya pemenuhan kebutuhan di tahun ini.  

Hal tersebut diungkap masyarakat kepada Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Nasdem Parsaulian Tambunan saat menggelar Kegiatan Reses I Sidang I Tahun 2019-2020, di Desa Tanjung Medan, Kecamatan Tantom Angkola, Minggu (14/12/2019).

Agenda reses Parsaulian Tambunan ke Dapil VII Tabagsel didampingi Bendahara Sekretariat Dewan Sapril Gultom dan dihadiri 250 orang warga masyarakat di Kecamatan Tantom Angkola, Kepala Desa R. Br Hutabarat, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda.

Masyarakat Tantom Angkola yang hadir pada acara reses menyampaikan aspirasinya kepada Parsaulian Tambunan terkait banyaknya petani yang mengalami gagal panen karena serangan hama, jebolnya tanggul irigasi dan sulitnya mereka mendapatkan pupuk.

R Silitonga warga Desa Aek Kahombu misalnya, ia menagih janji pemerintah yang berkeinginan menjadikan Tantom Angkola sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera Utara, khususnya di Tapanuli Selatan.

“Bagaimana mungkin mau menjadikan Tantom Angkola sebagai lumbung pangan kalau perhatian pemerintah setengah hati. Kami berharap wakil kami di legislatif bisa membantu masyarakat Kecamatan Tantom Angkola ini untuk mempertanyakan program-program pemerintah tersebut,” kata Silitonga.

Kemudian, Pdt Robinson Sitompul yang juga warga Tantom Angkola mengeluhkan kondisi pertanian yang gagal panen karena hama dan sulitnya  mendapatkan pupuk untuk awal musim tanam dipenghujung tahun 2019 ini.

Masyarakat Tantom Angkola juga menyampaikan bahwa penyakit hoq cholera yang menyerang ternak babi mereka agar ada solusi dari pemerintah untuk mengantisipasi penyakit ini dimasa yang akan datang.

Anggota DPRD Sumut Parsaulian Tambunan menyampaikan bahwa reses ke dapil adalah saat yang tepat bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Dari aspirasi yang diserap akan disampaikan dalam sidang paripurna dewan.

Seharusnya ke depan, kata Parsaulian harus ada zona-zona yang membedakan dimana pertanian, perkebunan dan peternakan. Hal ini perlu dilakukan agar peruntukan lahan yang selama ini sudah berada di zona pertanian tidak beralih fungsi menjadi perkebunan.

“Untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk, ada baiknya masyarakat membentuk kelompok tani dan membuat koperasi serba usaha. Ke depan, dengan koperasi ini, pupuk bisa tersedia untuk anggotanya dan bisa terhindar dari tengkulak,” tandasnya .(ENC-2)

Comments are closed.