Naslindo Sirait Tersangka Korupsi, Jaga Marwah: Pintu Masuk Dugaan Jual Beli Jabatan Masa Edy Rahmayadi

EKSISNEWS.COM, Jakarta – Penetapan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Sumut Naslindo Sirait dinilai sebagai pintu awal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengungkap dugaan jual beli jabatan dimasa kepemimpinan mantan Gubernur Sumut Edy Rahmyadi.

Naslindo Sirait yang saat ini berstatus tersangka  kasus dugaan korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai periode tahun 2018-2019, menjadi salah satu bukti baru bahwa pejabat impor dimasa kepemimpinan  mantan Gubsu Edy Rahmyadi pejabat bermasalah di daerah asal.

Hal Itu tegas disampaikan Ketua Umum Jaringan Pergerakkan masyarakat bawah (Jaga Marwah) Edison Tamba dalam rilisnya, Selasa (27/01/2026) bahwa bahwa dimasa kepemimpinan Edy Rahmayadi carut-marut dalam pengisian jabatan baik Eselon II, IIi dan IV yang terkesan tidak tersentuh hukum.

” Kami mengingat jelas pengakuan Naslindo Sirait dalam sejumlah media waktu itu, bahwa  terhitung 1 Februari 2021 dirinya sudah menjadi ASN di Pemprovsu atas permintaan mantan Gubernur Sumut Edy Rahmyadi, sehinggg kepada wartawan dia menegaskan dirinya benar-benar tidak menjadi Kepala Bapedda Mentawai Kala itu,” ujar Edison Tamba menegaskan.

Selain itu, lanjut Edison Tamba memaparkan, Naslindo Sirait pada bukan Agustus 2021 menjadi sorotan karena baru dilantik sebagai Kepala Biro Perekonomian Di Setda Provinsi Sumut.

Kehadiran Naslindo Sirait yang terkesan senyap saat itu, menarik perhatian sejumlah elemen masyarakat, karena langsung mendapat porsi jabatan esslon II  di Pemprov Sumut.

“Pengisian jabatan di Sumut kala itu terkesan  menunjukkan Baperjakat tidak berjalan.
Mantan Kepala BKD Sumut Safrudin Nasution saat itu diduga terindikasi adanya transakaional dalam pengisian jabatan. Akan tetapi Edy Rahmyadi terlalu pasang badan melakukan pembelian,” tegasnya.

Tak hanya itu, lanjut Edison Tamba juga menegaskan, selain Naslindo Sirait  yang dinilai sebagai pejabat impor dadakan kala itu, mantan kadis PU Bambang Pardede yang juga tersangka korupsi terindikasi adanya transaksional dalam penetapannya sebagai kepala dinas.

“Kita sudah menyuarakan kala itu bahwa pengisian jabatan dimasa kepemimpinan Edy Rahmyadi begitu carut marut dan terindikasi jual beli jabatan.akan tetapi terkesan tidak tersentuh hukum. Kasus Naslindo Sirair yang baru ini menjadi bukti tambahan, bahwa KPK harus usut tuntas laporan masyarakat kala itu mengenal adanya jual beli jabatan di Pemerintah Provinsi Sumut. Dan Usut tuntas seluruh aliran rekening Naslindo sejak 2020-2021. Agar bisa mengungkap bukti-bukti baru kemana saja pernah Naslindo Sirait berkomunikasi untuk menempuh jalur menjadi pejabat Eselon II di Pemprov Sumut “pungkasnya.

Disisi lain,  Naslindo Sirait hingga saat ini belum dicopot dari jabatannya karena belum adanya penahanan.

Kepala Kepegawaian Sumut Sutan Tolang Lubis mengatakan jika ASN bakal diberhentikan sementara jika sudah ada panahanan. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

“Dari sisi kepegawaian kan tentu ada aturan-aturan kepegawaian sebagaimana Undang-Undang ASN Tahun 2023, disitukan disebutkan PNS itu akan diberhentikan sementara apabila dilakukan penahanan tersangka,” kata Sutan Tolang Lubis saat dihubungi, Selasa (27/1/2026).

Informasi sebelumnya, Pelantikan dihadiri Sekdaprov Sumut, Arief S Trinugroho, Kepala Badan Kepegawaian Sumut, Safruddin, dan sejumlah pimpinan OPD, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (01/09/2023).

Dikutip dari TribunSumbar.com, Naslindo Sirait merupakan seorang doktor tamatan Universitas Andalas (Unand) Padang. Ia telah 21 tahun malang melintang menjadi ASN, dan bertugas sebagai perencana pembangunan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Ia terbilang lama mengabdi di Sumbar. Hingga jabatan terakhir Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Namun, per 1 Februari kemarin Naslindo tercatat sebagai ASN Pemprov Sumut, ia menyebut pindah karena diminta langsung oleh Edy Rahmayadi, setelah Naslindo Sirait meraih gelar S3 di Universitas Andalas.

“Saya tidak lagi ASN dan Kepala Bappeda di Mentawai lagi, awal Februari sudah pindah ke Pemprov Sumatera Utara,” ujar Naslindo Februari lalu ujar Naslindo Sirait yang  baru dilantik sebagai Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (23/8/2021). (ENC-1)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.