Operator Warnet Korban Pembacokan Minta Pelaku Cepat Ditangkap

SUNGGAL, Eksisnews.com – Pasca terjadinya pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga pelaku dengan menggunakan alat kayu dan alat sajam (kelewang) terhadap operaror warnet MDX di Jalan Setia Budi No. Simpang Pemda, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang pada hari Sabtu (16/02/2019) sekitar pukul 21.00 WIB mengakibatkan korban Arjun Reston Gea (19) mengalami luka-luka.

Dari keterangan korban Arjun Reston Gea (19) yang didampingi orang tua, keluarga dan familinya di Polsek Sunggal, kepada wartawan mengatakan telah membuat laporan pengaduan di Polsek Sunggal pada hari Senin (18/02/2019) tepat sekitar Jam 16.00 WIB dengan Nomor : STTLP/145/K/II/2019/SPKT/POLSEK SUNGGAL.

“Tentunya bang, saya sebagai orang tua korban bersama seluruh pihak keluarga dan familinya yang ada di sini sangat tidak terima atas apa yang dilakukan oleh para pelaku terhadap anak saya ini. Akibat kejadian pengeroyokan yang disertai adanya pembacokan yang ada sesuai di dalam laporan pengaduan korban yang mengakibatkan anak aku ini mengalami luka bacokan pada bagian kepala, tangan, perut dibagian kiri dan kanan.

Jadi dengan adanya laporan pengaduan ini, kami meminta dengan secara hormat kepada pihak Kepolisian Polsek Sunggal supaya serius menindaklanjuti secara tegas sampai tertangkap para pelakunya dan harus dipertanggung jawabkan secara hukum,” tegas orang tua (ayah) korban Gea kepada wartawan.

“Kami juga sebagai bagian dari keluarga korban dan famili-familinya meminta dengan hormat supaya dengan adanya laporan pengaduan korban yang telah ada masuk dibuat di Polsek Sunggal agar dengan cepat dapat berhasil meringkus para pelakunya dimanapun mereka (pelaku) berada,” tambahnya.

Korban dengan kondisi bagian luka bacok yang ada tertutup obat perban, saat ditemui dengan tertatih-tatih menahan rasa sakit luka menjelaskan awal kronologis kejadian sial yang dialaminya kepada wartawan.

Awalnya katanya, sebelum kejadian dimana dirinya terkejut mendengar adanya suara ribut di luar warnet langsung keluar melihat salah seorang pelaku bertengkar dengan temannya sesama penjual di dekat warnet tempat korban bekerja.

Menurut korban, karena pelaku merasa dirinya menonton pertengkaran tersebut, lalu pelaku tidak terima dan langsung mengajak korban berkelahi yang kemudian saat terjadinya pertengkaran.

Sesaat kemudian teman-teman pelaku lainnya datang membawa kayu dan langsung memukuli bagian tangan kiri dan tangan kanan korban. Dan selanjutnya oleh salah seorang pengunjung warnet (saksi) yang melihat dirinya dikeroyok oleh 2 orang pelaku langsung dilerai oleh saksi.

“Nah setelah dilerai oleh seorang pengunjung warnet ditempat kita yang ada yaitu sebagai saksi bang, kemudian aku langsung duduk diam di kursi operator tempat aku kerja, namun tiba-tiba diriku langsung diserang lagi oleh satu orang teman pelaku lainnya yang ada datang sambil membawa parang atau alat senjata tajam yang kemudian membacoki diriku sehingga saya mengalami luka bacokan dibagian kepala, tangan, perut bagian kiri dan kanan juga di kakiku ini,” terang korban sambil memperlihatkan luka bacokan yang ada di bagian tubuhnya.

“Dan selanjutnya aku yang dalam kondisi lemas tak berdaya akibat alami pengeroyokan dan disertai dengan dibacoknya bagian tubuhku yang dilakukan oleh pelaku, setelah mereka pergi kemudian saya dalam kondisi alami luka bacok langsung dibawa warga untuk berobat ke Rumah Sakit Bina Kasih Medan untuk mendapatkan pengobatan secara medis terhadap luka-luka aku yang ada ini,” kata korban dengan raut wajah yang masih mengalami rasa terauma akibat kejadian yang di alaminya.

Menurut korban, dirinya tidak mengenal ketiga orang pelaku yang mengeroyok dan membacok dirinya.

“Ciri-ciri pelakunya saya tau bang, tapi ke tiga orang pelaku tersebut sama sekali tidak kenal bang. Akibat kejadian yang hampir membuatku mati bang jujur saya sangat trauma sekali bang,” katanya

Sebagai korban pemukulan dan pengeroyokan yang di sertai dengan pembacokan korban memohon dan meminta kepada Bapak Kapoldasu yang terhormat agar memerintahkan pihak Polsek Sunggal untuk dapat dengan cepat menangkap para pelakunya sesuai laporan pengaduan yang telah dibuat oleh korban.

“Aku juga akan bantu dengan berdoa supaya Tuhan memberikan petunjuknya kepada bapak-bapak Polisi agar pelakunya dapat dengan cepat bisa tertangkap dan dihukum sesuai perbuatan mereka terhadap diriku ini bang,” harap korban meminta pihak Polsek Sunggal dengan cepat berhasil menangkap para pelakunya.

Selanjutnya, dihadapan wartawan korban juga menunjukan surat STTLP nya yang diterima oleh SPKT 2 Polsek Sunggal Aiptu SA Aritonang.

Setelah korban memberikan keterangannya dihadapan wartawan, korban yang didampingi orang tuanya beserta pihak keluarga langsung beranjak pulang meninggalkan Polsek Sunggal yang berada di Jalan TB Simatupang No.240 Sunggal.

“Mudah-mudah ya bang para pelakunya cepat ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku sesuai perbuatan yang mereka lakukan kapadaku,” kata korban.

Korban yang merupakan anak paling besar dari enam bersaudara tersebut, sebagai tulang punggung untuk membantu perekonomian keluarganya.

“Kasihan si korban harus menahankan rasa sakit luka pemukulan dan bacokan yang dilakukan oleh para pelakunya. Kami juga awalnya dapat informasi kalau katanya video pengeroyokan yang terjadi terhadap si korban ini di warnet telah viral dan itulah awalnya membuat kami jadi percaya dan langsung menyuruh ayah nya si korban ini datang ke Medan, makanya kami semua dari pihak keluarganya datang,” kata keluarga korban Gea yang ada dihadapan wartawan. Rabu (20/02/2019) sore.

(ENC-Bucos)

Comments are closed.