EKSISNEWS.COM, Simalungun – Proyek Multi Year 2,7 Triliun 2022-2023 pembangunan/ pengaspalan Jalan Perdagangan-Siantar masih menimbulkan keresahan warga. Pasalnya di beberapa lokasi terlihat, jalan provinsi tersebut masih banyak berlubang dan kupak-kapik yang tidak tersentuh oleh proyek Rp 2,7 T tersebut.
Seperti yang terlihat di kawasan Bandar Sawah arah ke Simpang Pajak Negeri , kawasan Simpang Pelita ke arah Kerasaan dan kawasan Kerasaan ke arah Kota Siantar. Di kawasan ini pengguna jalan harus akstra hati-hati, karena banyak jalan yang belubang dan bisa mengakibatkan kecelakaan bila kurang waspada.

Yang lebih memprihatinkan, karena jalan rusak tersebut, warga turut berpartisipasi untuk menimbun jalan yang belubang dengan menggunakan pacahan batu cadas sembari menyodorkan kotak untuk meminta sekedar sumbangan kepada pengendara pengguna jalan yang melintas. Pandangan ini dapat dijumpai di beberapa lokasi di Jalan Perdagangan-Siantar yang rusak.
“Memang jalan Kota Perdagangan yang sebelumnya rusak.parah, saat ini sudah mantab, karena sudah diaspal, tetapi lewat Kota Perdagangan yakni Bandar Sawah masih rusak, masuk kawasan Lambau jalan sudah aspal sampai kawasan Simpang Pelita.
Dari kawasan Simpang Pelita ke Siantar masih banyak yang rusak,” ujar Ngatio warga Perdagangan ketika berbincang dengan eksisnews.com baru-baru ini.
Para pengendara yang sering lalu-lalang di Jalan Perdagangan-Siantar juga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengatensikan pengaspalan jalan rusak Perdagangan-Siantar yang belum tersentuh proyek Rp 2,7 T tersebut, karena dengan berjalan waktu, jalan rusak tersebut akan semakin parah dan bisa saja tidak bisa dilewati oleh pengendara.

Kepala Dinas PUPR Sumut Bambang Pardede ketika dikonfirmasi terkait Jalan Perdagangan-Siantar yang masih ada terlihat rusak, tidak memungkiri hal tersebut.
Memurutnya Proyek Rp 2,7 T yang dilaksanalan oleh PT Waskita Karya dananya tidak cukup. karena proyek tersebut dilaksanakan seluruh Kabupaten/Kota dengan anggaran yang cuma Rp 2,7 T.
“jadi tidak seluruhnya sepanjang Jalan Perdagangan- Siantar diaspal. Untuk jalan provinsi di Sumut kami (Dinas PUPR) di luar Proyek Rp 2,7 T, pada tahun 2022 telah mengusulkan dana perawatan ke BAPPEDA Sumut.
Untuk itu kami mohon dorongan dukungan agar usulan kami ini cepat terealisasi, sehingga jalan-jalan di Sumut yang masih rusak dan tidak hanya di kawasan Perdagangan Siantar segara dilakukan perbaikan,” terang Bambang. (ENC-Cok)
Comments are closed.