Pasca Raib Rp 1,6 M di Halaman Kantor Gubsu, Penjagaan Diperketat
MEDAN, Eksisnews.com – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah (Ijeck)mengumpulkan beberapa pimpinan OPD pasca hilangnya uang Rp1,6 M lebih di halaman kantor Gubsu Senin (09/09/2019) malam.
Wagubsu menekankan supaya sistem pengamanan kantor Gubsu diperketat dan ditingkatkan. Hal tersebut dikatakan Kabiro Umum dan Perlengkapan Setdaprovsu, Achmad Fadly menjawab wartawan di ruang kerjanya Rabu (11/09/2019).
“Iya, pak wagub hanya menekankan hal itu (perketat sistem keamanan). Selain saya ada inspektur, kasatpol PP dipanggil rapat di ruangan beliau,” ungkap Fadly.
Selain sistem keamanan, Fadly mengatakan, wagub juga menginstruksikan supaya seluruh CCTV dilingkungan kantor diaktifkan lagi. Termasuk pemberian karcis masuk kepada setiap tamu yang masuk.
Dia mengungkapkan bahwa CCTV di bawah tanggung jawab pihaknya ada sebanyak 16 titik, namun terpasang hanya didalam kantor. Sedangkan sisanya sebanyak 28 titik kamera pemantau diluar ruangan menjadi kewenangan Satpol PP.
“Kita tak usah cerita kebelakang lagilah ya. Karena dulunya keamanan kantor termasuk CCTV itu dipegang Satpol. Tetapi sejak peralihan (tanggung jawab dari Satpol ke petugas keamanan) dan sampai mereka pindah kantor, CCTV itu sudah tidak berfungsi (dimatikan). Sehingga sewaktu kejadian, CCTV dari dalam tidak mampu menjangkau hingga titik itu,” katanya.
Lantas bagaimana dengan petugas keamanan yang berjaga pada waktu itu, apakah ada melihat gerak-gerik mencurigakan dari pelaku yang mengambil uang dari mobil tersebut? Fadly mengaku menurut laporan yang diterimanya suasana pada waktu itu normal-normal saja.
“Seperti biasa saja. Petugas kami tidak ada melihat sesuatu yang mencurigakan. Setiap kendaraan yang masuk diberi karcis kayak biasa. Tidak ada melihat ada orang mencongkel pintu mobil, melihat kaca yang pecah dan kerusakan apapun,” ujar mantan sekretaris BPPRD Sumut itu.
Meski menyerahkan penuh kasus ini pada pihak kepolisian, namun tak memungkiri bahwa dari kejadian tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk kesengajaan, kelalaian atau kealfaan si pegawai yang membawa uang tersebut.
“Kalau dilihat dari kronologi kejadian yang saya dengar, kita mana tahu ada orang bawa uang dan ditinggal di mobil, lalu orang itu pergi dan kembali lagi baru tahu bahwa uang tersebut hilang. Tapi apakah ini merupakan modus operandi, kita serahkanlah kepada pihak kepolisian mengusutnya. Sebab begini, di lokasi parkir di manapun, selalu ada himbauan pihak pengelola tidak bertanggungjawab atas kehilangan barang di dalam kendaraan. Jadi memang sama sekali petugas kami tidak mengetahui,” katanya.
Saat ini dia menyebut jumlah petugas keamanan kantor Gubsu berjumlah 84 orang. Dimana setiap tahun dilelang pengadaannya dan gaji mereka dialokasikan di APBD. “Anggarannya (untuk pengadaan 84 orang) itu seingat saya sekitar Rp3 miliar lebih dalam setahun mata anggaran. Dan setiap tahun pula ditenderkan lagi pengadaannya melalui pihak ketiga,” ujarnya.
Pantauan Eksisnews.com Rabu (11/09/2019) malam di halaman Kantor Gubsu terlihat, Kabiro Umum dan Perlengkapan Setdaprovsu, Achmad Fadly bersama stafnya mengumpulkan dan memberi pengarahan kepada security yang siaga tugas jaga malam.
Wagubsu Musa Rajekshah yang berhasil dikonfirmasi tidak mau banyak memberikan keterangan terkait hilangnya uang Rp1,6 M lebih di halaman Kantor Gubsu tersebut.” Sudah dilaporkan ke polisi dan sekarang lagi diperiksa semuanya, ” ujar Wagubsu sambil bergegas meninggalkan Kantor Gubsu Rabu (11/09/2019) sore. (ENC-1)
Comments are closed.