oleh

Pedagang Pusat Pasar Keluhkan Larangan Jualan, Alasan PPKM Darurat Medan

-MEDAN-64 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Para pedagang pusat pasar keluhkan kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan yang melarang berjualan bagi pedagang non esensial, sejak Kamis (15/7/2021) dikarenakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Medan sampai dengan 20 Juli 2021, sehingga akibatnya pedagang merasa merugi.

Karena, diketahui sejak ditegakkannya aturan PPKM Darurat di Kota Medan, dengan melarang  seluruh pedagang sektor non esensial di pasar tradisional  berlaku pada 15 – 20 Juli 2021.

“Kami taat sama aturan, masalahnya nyawa kami sama karyawan kami disini. Kalau disuruh tutup begini rugilah kami, tak ada omset,”kata boru Sinaga salah seorang pedagang ambal di Pusat Pasar, Jumat (16/7/2021).

Diakui Sinaga, pelarangan berjualan di pasar karena PPKM darurat ini, sangat dirasa para pedagang ambal, pakaian anak-anak dan juga ulos  tradisional Sumatera Utara (Sumut) juga banyak dijual di Pusat Pasar  tepatnya di lantai dasar.

Hal tersebut diungkap Josua Lamhot Hutajulu anak pemilik usaha ulos UD Lamhot di Pusat Pasar Medan bahwa ada sekira 10 toko saat ini di Pusat Pasar akan terganggu oleh kebijakan PPKM darurat Kota Medan yang menghimbau melarang berdagang atau jualan di seluruh pasar di Kota Medan ini.

“Masing-masing toko ulos itu banyak karyawanya, tentu kita akui akan sangat terasa pelarangan ini, karena PPKM darurat ini, apalagi sampai beberapa hari,” ujar Josua.

Karena, menurutnya, ada hal yang perlu dipahami pemerintah terutama untuk produk dagangan kain dari bahan tradisional, akan mengalami dampak bila disimpan terlalu lama,”Ulos kita itu ga bisa dalam kondisi lembab dan pengab karena toko harus tutup untuk beberapa hari kedepan,” bebernya.

Satu hal juga, produk ulos yang dihasilkan baik secara tenun tradisonal juga dapat diproduksi dengan tehnologi mesin. artinya kualitas ulos bukan hanya sekedar memenuhi tradisi kegiatan-kegiatan bernuansa adat, akan tetapi turut mempengaruhi sektor wisata, karena akan selalu menjadi daya tarik para wisatawan.

Maka, tambahnya, Pemko Medan melalui Pelaksana tugas (Plt) PD Pasar Kota Medan harus paham terhadap aktifitas pasar, bukan hanya sekedar menghimbau tutup, namun solusi ke pedagang tidak ada. Apalagi sampai ada penegasan bila ada pedagang buka akan dikenakan saksi denda.

” Udah nggak tahu lagi gimana hidup ini,  kalau seminggu ditutup gimana mau makan…karena di Pusat Pasar ini ada banyak usaha yang perlu mendapat perhatian,” ujarnya.

Para pedagang non esensial yang terkena imbas larangan berjualan terutama di Pusat Pasar Medan sangat berharap Direktur Operasional PD Pasar Medan memahami kondisi di internal pedagang, apalagi selama ini beliau bekerja di instansi pasar diyakini akan berpikir panjang sekaligus akan mengkaji  kebijakan pelarangan di tengah PPKM darurat ini.

Adapun, sebelumya, Direktur Operasional PD Pasar, T Maya Mahdan menegaskan bahwa pelarangan jualan pedagang sektor non esensial merupakan perintah dari pemerintah terkait PPKM darurat.

“Kami hanya menjalankan perintah,” imbuhnya singkat.(ENC-2)

Komentar

Baca Juga