oleh

Pemko Medan Diminta Tertibkan PK5  diJalan Pematang Pasir Kawat 7 

-MEDAN-24 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta segera menertibkan pedagang kaki lima (PK5) diJalan Pematang Pasir Kawat 7  Kelurahan Tanjungmulia Kecamatan Medan Deli, dikarenakan pendirian lapak berjualan mereka sering menjadi penyebab kemacetan.

Kemacetan parah akan terlihat pada pukul 08.00 Wib pagi dan pukul 16.00 Wib – 18.00 Wib.

“Sebelumnya sudah pernah dari Satpol PP Kota Medan turun kelokasi untuk melakukan penertiban terhadap pedagang, namun ntah kenapa Camat Medan Deli tidak hadir dan penertiban batal, tidak tahu apa sebabnya, tapi sampai hari ini tidak pernah lagi ada penertiban kepada PK5 yang memakai fasum untuk berjualan,”terang salah seorang warga yang minta namanya tidak dituliskan, Kamis (13/2/2022).

Camat Medan Deli, Fery ketika dikonfirmasi wartawan, terkait keberadaan PK5 yang selain menjadi biang kemacetan juga berjualan diatas trotoar mengatakan pernah sudah melakukan penertiban, namun karena situasi Pandemi Covid19, penertiban dibatalkan.

“Pernah kami menyurati Satpol PP Medan untuk menertibkan, namun karena pandemi Covid19, masyarkat juga butuh kerja untuk dapat makan, maka atas dasar hati nurani penertiban pun dibatalkan,” kata Camat.

Sambung Fery, dalam waktu dekat ini dia akan kembali menyurati pihak Satpol PP Kota Medan untuk melakukan penertiban kembali, karena situasi Covid19 sudah mulai aman.

“Terimakasih atas masukannya bang, kita akan surati kembali pihak Satpol PP Kota Medan agar dilakukan penertiban. Kan sekarang sudah normal. Karena jika tidak maka semakin hari bisa jadi pedagang bertambah banyak, apalagi berjualan di atas trotoar tidak dibenarkan,”kata Camat.

Pedagang bayar Rp.400 – Rp.500 ribu perbulan kepada oknum tertentu agar dapat terus berjualan

Terkait keberadaan pedagang buah dan sayuran diatas trotoar di Jalan Jalan Pematang Pasir Kawat 7  Kelurahan Tanjungmulia Kecamatan Medan Deli kota Medan, beredar kabar setiap pedagang ada dikenakan bayaran sebesar Rp.400 sampai Rp.500 ribu untuk setiap bulannya.

Lurah Tanjung Mulia Hilir, Hendra ketika dihubungi wartawan ke nomor nya 0812 645 xxxx belum mengangkat telepon selulernya.

Anggota DPRD Kota Medan, Hendri Duin Sembiring mengatakan bahwa untuk tata letak kota, maka PK5 dilarang berjualan dipinggir jalan umum apalagi diatas trotoar jalan.  Hendri Duin yang duduk di komisi III DPRD Kota Medan inipun mengatakan sudah pernah meninjau ke lokasi PK5 di Jalan Pematang Pasir Kawat 7 baru-baru ini. Dan memang aktifitas para pedagang yang berjualan diatas trotoar tersebut menjadi biang kemacetan dan membuat pemandangan di wilayah kelurahan Tanjung Mulia Hilir tersebut terkesan kumuh.

” Kita minta agar pemko Medan segera menertibkan para PK5 buah dan sayuran yang diketahui saat ini berjumlah 16 kios dan berjualan memakai fasilitas umum yaitu diatas trotoar. Kita mendapat laporan bahwa kegiatan ini selain sudah berlangsung lama, juga menjadi penyebab kemacetan. Apalagi ada informasi, bahwa para pedagang tersebut ada dikutip uang sebesar Rp 400 – Rp 500 ribu perbulannya persatu pedagang oleh oknum tertentu,”tegas Ketua Pansus ini.

Legislator yang dikenal suka memberikan kritikan membangun ini mengatakan akan membawakan permasalahan keberadaan PK5 tersebut dalam program kerja komisi III DPRD Medan, dimana akan menyurati Camat, Lurah, dan Kepala Lingkungan serta instansi terkait agar dapat menjelaskan kenapa para PK5 di Jalan Pematang Pasir Kawat 7 Kelurahan Tanjung Mulia Hilir dapat berjualan diatas trotoar jalan yang juga adalah Fasilitas Umum (Fasum).(ENC-2)

Komentar

Baca Juga