oleh

Penyelenggara Dituntut Netral dan Adil, Tapi Tanpa Pijakan, Maka Bisa Tergoda

-Politik-23 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Seluruh penyelenggara Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serantak tahun 2020, sejak awal terus dituntut netral dan adil, namun bila tanpa pijakan berupa filsafat pemilu, maka dikhawatirkan sangat rentak tergoda rayuan.

“Dalam bimtek (bimbingan tehnis) penyelengga selalu diingatkan, agar kamu bisa netral dan adil, tapi kalau tanpa berpijak dengan filsafat, maka bisa tergoda,” kata Teguh Prasetyo anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Sabtu (12/12/2020).

Karena, menurut Teguh, tanpa pijakan filsafat pemilu maka seorang penyelanggara sangat gampang diterjang angin, “Artinya kita melihat ada saja terjangan angin mesti bubar, pasti mudah tergoda,” ucapnya.

Teguh bahkan jujur terkait pemahaman filsafat pemilu ini, dia telah menjadikannya sebuah buku satu-satunya di dunia.”Sudah saya presentasi di Amerika, Eropa dan Australia,” jelasnya.

Tidak hanya itu, di Pemilu tahun 2019 lalu Teguh turut memberikan bimtek kepada panitia pemilu luar negeri.”Filsafat pemilu ini terus saya kembangkan, karena namanya kontestasi rentan dengan kejadian yang ga normal,” ujarnya kembali.

Teguh mengingatkan pada peserta Pilkada dalam kontestasi agar menghindari adanya ruang hampa, karena ruang hampa ini arahnya ke  nilai kapitalis, nilai liberal dan money politic .

“Boleh kontestasi tapi tetap berpijak pada filsafat tapi harus junjung tinggi nilai kemanusiaan, jangan hantam sana sini, jangan juga menggoyang-goyang perbedaan. Kita itu kan beda tapi satu,” ujarnya.

Ajaklah sesama kontestasi membangun, katanya, dalam mewujudkan pemilu yang bermartabat,”Jadi, lawan dianggap mitra, bersama memanusiakan manusia,” harapnya.

Hadir dalam acara Ngetren Media : Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan media, di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu (12/12) dengan pembicara lainnya seperti Nazir Salim Manik Direktur Eksekutif Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi) Sumut, Elvira Dekan di Universitas Prima, Yusmira Saragih smjuga dari akademisi, dengan moderator Ryan dari tim DKPP.(ENC-2)

 

 

Komentar

Baca Juga