Perwakilan BKKBN Sumut Hadiri Sosial Movement Semesta Mencegah Stunting, Program Pemberian Telur Dalam Rangka Penurunan Stunting

EKSISNEWS.COM, Medan – Perwakilan BKKBN Sumatera Utara bersama Pemko Medan dalam hal ini Kecamatan Medan Marelan, Tribun Medan dan sejumlah elemen masyarakat melaksanakan kegiatan sosialisasi dalam pencegahan stunting.

Kegiatan bertajuk Sosial Movement Semesta Mencegah Stunting, program pemberian telur dalam rangka penurunan stunting ini memberikan bantuan sejumlah telur kepada sejumlah anak yang berada di Kecamatan Medan Marelan, Selasa (11/07/2023).

Pemberian bantuan telur tambahan ini terselenggara atas dukungan semua pihak demi tercukupinya kebutuhan nutrisi anak-anak yang sedang masa pertumbuhan.

Perwakilan BKKBN Sumut, Nurjani Rasyid MA, mengatakan, menurut pendataan keluarga yang sudah diverifikasi dan validasi, di Kota Medan 238.290 keluarga sasaran beresiko.

“Khusus di Kecamatan Medan Marelan yang didata oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) ada 3048 anak sasaran stunting yang tersebar di tiap desa,” katanya.

Sehingga kegiatan dengan hastag dua telur cukup ini dapat membantu dalam memberikan nutrisi kepada keluarga sasaran pencegahan stunting.

“Karena sebagaimana kita ketahui, telur itu merupakan sumber nutri yang baik bagi anak-anak untuk masa pertumbuhannya,” terangnya.

Camat Medan Marelan, Azhari Hasibuan menyebut pencegahan stunting merupakan program nasional. “Sehingga kegiatan ini sangat baik demi mencegah anak-anak di Kecamatan Medan Marelan yang terancam dari stunting,” ujarnya.

Ia menerangkan program penurunan stunting ini adalah program nasional, ada 37 orang anak stunting di Marelan. “Jadi kegaiatan yang sudah kami laksanakan sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Pemko Medan juga sudah memberikan makanan tambahan kepada anak stunting dan kami sudah masukkan dalam Dana Kelurahan (Dankel),” ungkapnya.

Hadir pula tokoh masyarakat Medan Marelan Helmax Alex Tampubolon, mengisahkan di Kelurahan Belawan Bahagia, Pajak Baru ia temukan setidaknya ada seorang anak berusia delapan bulan dengan kondisi kurus kering, bibirnya kena bakteri.

“Jadi ini anak yang dikategorikan stunting. Kemudian oleh kita, anak ini kami bawa berobat ke rumah sakit. Jadi yang seperti-seperti ini harusnya menjadi perhatian masyarakat. Masalah stunting ini masalah kita bersama,” ujarnya.

“Jangan sampai ada lagi anak-anak stunting, di sinilah peran masyarakat untuk saling tolong menolong, karena anak-anak juga harus dilindungi secara umum,” tegasnya lagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya dari PT Elnusa Petrofin anak perusahaan PT Pertamina, kemudian lembaga sosial Rotary Distrik 341.0. (ENC-Wyu)

Comments are closed.