oleh

PKL Pajak Gambir Membandel, Ini Kata Camat Sukri

EKSISNEWS.COM, Percut Sei Tuan – Sudah beberapa kali Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan melakukan penertiban para pedagang kaki lima(PKL) di Pajak Gambir Desa Bandar Klippa yang berjualan di bahu jalan yang telah berdampak dengan pengguna jalan(pengendara) sehingga menimbulkan kemacetan lalulintas.

Tetapi hal tersebut sepertinya sampai saat ini tidak dihiraukan oleh para PKL Pajak Gambir yang membandel tersebut.
Ada tudingan seperti yang dimuat salah satu media online, kalau camat yang telah berjanji untuk menyelesakan masalah kemacetan di Pajak Gambir tidak serius dalam melakukan penertiban para PKL yang membandel di Pajak Gambir itu.

Menjawab tudingan tersebut Camat Percut Sei Tuan A.Fitrian Sukri SSTP MSi mengucapkan terimakasih atas kontrol media terhadap pihaknya dan juga terimakasih kepada berbagai media yang telah mendukung pihaknya dalam menjalankan tupoksinya, antara lainnya dalam penertiban para PKL yang membandel di Pajak Gambir

“Terimakasih atas kontrol media terhadap kami dalam menjalankan fungsi kami terkait tupoksi.

Terkait Pasar 8 Pajak Gambir solusinya hanya satu untuk tetap dilakukan Pemagaran disamping upaya Penertiban sesuai dengan Perda Deli Serdang No 7 Tahun 2015 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Diakhir tahun 2023 telah dilakukan aksi untuk pemagaran namun gagal karena faktor keamanan,” jelas Camat Percut Sei Tuan A.Fitrian Sukri SSTP MSi dalam keterangan persnya Selasa (23/1/2024).

Lanjut Sukri, dalam penertiban para PKL di Pajak Gambir pihaknya bersama perangkat desa, unsur kepemudaan dan pihak peduli didukung Satpol PP Kabupaten Deli Serdang telah melaksanakan proses yang yang telah berjalan cukup panjang dan banyak tantangan.

“Mulai dari upaya sosialiasi penataan dan penertiban langsung dilapangan secara persuasif dari awal bulan Oktober 2022 yang terkesan selalu kucing kucingan, disaat ada petugas saja PKL tidak berjualan ditempat yang dilarang.

Saat ini benar belum terealisasi pemagaran karena dibutuhkan pengamanan ekstra dilapangan, untuk mencegah upaya upaya provokasi dari pihak pihak yang berkepentingan menolak untuk dilakukan penataan dan penertiban,” ungkap camat.

Untuk terkait langkah langkah yang telah telah dilakukan pihaknya kata Sukri, dalam hal sosialiasi, penertiban, edukasi, himbauan dan pertemuan terhadap pihak pihak yang berkepentingan dapat dikonfirmasi ke Kasi Trantib Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Proses tindak lanjut pemagaran akan dilakukan kembali secara konkrit setelah Pesta demokrasi dan memperhatikan situasi yang berkembang.

Kepada masyarakat sesuai janji yg pernah saya ucapkan, bahwa penertiban dan penataan ini dapat dijalankan kalau semua pihak mendukung upaya yang telah kami lakukan secara serius,” kelas Sukri.

Kepada para konsumen kata Camat Sukri, juga harus mau tertib ketika membeli jualan agar tidak menggangu para pengguna jalan disamping Para pedagang harus mau diatur agar memasuki tempat jualan yg tersedia didalam pasar Gambir karena banyak yang masih kosong.

“Banyak pihak yang menyediakan tempat tempat berjualand, bahkan dari forum pemuda bersatu menggratiskan tempat jualan didalam agar para pedagang tidak berjualan ditempat yang menggangu ketertiban umum.

Saya berjanji karena saya serius agar ketertiban di pasar 8 dapat terealisasi dan harus didukung seluruh elemen masyarakat. Disamping menunjukan bahwa pemerintah kecamatan percut Sei tuan hadir dalam
permasalahan ini yang sudah berjalan bertahun tahun,” terangnya.

Infrastuktur dan Sampah 

Terkait permasalahan infrastuktur yang memerlukan pemeliharaan maupun pembangunan kata Camat Percut Sei Tuan, pihaknya terus koordinasikan ke pihak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk dapat direalisasikan.

Permasalahan sampah juga menjadi progres yang serius oleh Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan.

Permasalahan sampah di Kecamatan Percut Sei Tuan saat ini yang menjadi permasalahan utama menurut Camat Sukri adalah banyaknya titik titik sampah liar yang ketika dilakukan pembersihan disatu titik akan menumpuk dititik lain dan begitu seterusnya secara berulang.

“Diperkirakan 250 Ton sampah yang dihasilkan setiap hari di Kecamatan Percut Sei Tuan dengan fasilitas penanganan 1 TPS di Kenanga, 8 Truk Sampah dan 4 Betor dan 1 unit Scopel.

Upaya yang dilakukan adalah melaksanakan gotong royong secara bersama dan berkala di setiap Desa.

Saya berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Permasalahan sampah liar kata Camat, menjadi permasalahan yang membutuhkan kesadaran semua pihak untuk berkontribusi aktiv saling menjaga kebersihan dilingkungannya.

“Terkait masalah anggaran jasa kebersihan yang telah diberitakan sebelumnya dapat dikonfirmasi ke Kasi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan untuk dijelaskan.

Data dapat dikonfirmasi melalui dokumen yang tersedia secara jelas di Seksi Kebersihan. Terimakasih atas perhatiannya dan yang jelas kami mendukung sosial kontrol media terhadap Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan,” pungkasnya. (ENC-Cok)

 

Komentar

Baca Juga