oleh

Ponpes Al Faiz di Deli Serdang Diteror, Fadli Kaukibi Kutuk Keras Pelakunya

-HUKRIM-81 views

EKSISNEWS.COM, Deli Serdang – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Faiz yang berlokasi di Pasar 3 Datuk Kabu, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang diteror, Minggu (17/1/2022) subuh.

Dalam hal ini, Pendiri Ponpes Al Faiz, Fadli Kaukibi, SH., CN mengutuk keras pelaku peneroran tersebut.

Kepada wartawan, Selasa (18/1/2022), Fadli menjelaskan bahwa sebelum kejadian sudah terlihat gelagat mencurigakan sejak pukul 2.00 WIB, dini hari dengan adanya gerak-gerik orang tidak dikenal yang mondar-mandir di depan Ponpes tersebut.

“Dengan adanya kecurigaan itu, kita minta kepada pengawas Ponpes dan Staf agar lebih waspada, mengingat akhir-akhir ini banyak terjadi penyerangan terhadap ustadz dan pendakwah tanpa sebab,” ujarnya.

Dikatakan Fadli Kaukibi, pada Minggu tanggal yang sama sekira pukul 16.00 WIB, staf dan pengawas Ponpes melihat kembali orang yang dicurigai tersebut, mondar-mandir sambil mengambil foto beberpa area Ponpes dan rumah tempat tinggal Direktur Ponpes Al Faiz, Ustadz Andi Suhendra Siregar, tanpa diketahui alasannya.

“Yang menjadi kecurian lagi, pelaku teror tersebut mengendap-ngendap menyamar sebagai tukak potong rumput dan mendekati Masjid Ponpes. Saat masuk waktu Maqrib, para santri bersiap-siap untuk sholat Maqrib, disitulah terjadinya pelemparan Masjid dengan batu sebesar kepalan tangan yang memecahkan kaca masjid,” jelas Fadli.

Akibat adanya lemparan kaca masjid oleh orang tidak dikenal itu, suasana di Ponpes Al Faiz seperti mencekam. Para santri berteriak dan staf dan pengawas bergegas mengejar pelaku teror tersebut. Itu hari juga pelaku teror yang coba melarikan diri, akhirnya tertangkap oleh pengawas Ponpes.

Kemudian pengawas mengintrogasi pelaku, menurut pengakuan pelaku, dia merupakan warga Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Dan pelaku diperintahkan oleh oknum polisi dari Simalungun.

“Hasil penelusuran dari HP pelaku, ada chat capture yang menjadi target tercantum foto Ustadz Andi Suhendra. Sangat disayangkan, ada oknum polisi dari Simalungun, bersama pelaku turun jauh-jauh hanya untuk menteror Ponpes Al Faiz,” kesal Fadli.

Parahnya lagi, kata Fadli, pelaku sama sekali tidak membawa identitas diri (KTP), jika tindakan polisi itu memerintahkan adalah sebuah operasi tertutup maka itu membahayakan bagi dunia pendidikan, khusus pondok pesantren se-Sumut.

“Kita minta kepada pihak penegak hukum, dalam hal ini Polda Sumatera Utara untuk segera menangkap oknum aktor intelektualnya seorang oknum polisi dari Kabupaten Simalungun,” pungkas Fadli Kaukibi. (ENC-Fr)

Komentar

Baca Juga