oleh

PT Pamin Bertahan di Tengah Pandemi: Minta Perhatian Pemerintah Keterbatasan Kontainer

EKSISNEWS.COM, Deliserdang – PT Pacific Medan Industri (Pamin) mendapat apresiasi ditengah upaya efisiensi menyelamatkan bisnisnya yang terdampak pandemi Covid-19, mereka tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Meski jumlahnya turun Pak,(Produksi turun, dari sebelumnya 24.000 ton sampai 25.000 ton kini hanya tinggal 15.000 ton sampai 17.000 ton per minggu),  tapi kami tidak ada melakukan PHK kepada karyawan,” kata Plant Manager PT Pamin, Sumali saat kunjungan kerja Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah ke PT Pamin di Kawasan Idustri Medan (KIM) II, Jalan Pulau Nias Selatan IV, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Selasa (9/11/2021).

Pada kesempatan itu, Sumali menambahkan, pihaknya meminta perhatian pemerintah khususnya terkait keterbatasan kontainer keluar dan lainnya dalam proses pengiriman barang ekspor saat di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan yang dikelolah oleh PT Pelindo. Selain itu juga, perhatian pemerintah dalam hal penelitian isu kelapa sawit di Sumut.

“Kami berharap ada laboratorium bertaraf internasional di Sumut untuk menganalisa isu sawit, sehingga kami tidak perlu lagi mengirim sampel sampai ke Malaysia atau ke Jerman, apalagi biaya pengirimannya juga cukup mahal. Saya yakin kita bisa karena banyak ahlinya di sini, dulu Malaysia belajar sama kita di Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, kehadiran Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah disambut oleh General Manager PT Pamin Ali Saleh Sulaiman, Deputi General Manager PT Pamin Abdulrahman Saeed, Plant Manager PT Pamin Sumali, General Manager PT Palmindo Abdullah Muqbil dan General Manager PT Oleochem and Soap Industri Ashish Sharma.

Kunjungan diawali dengan melihat lokasi felling plant atau ruang pengemasan produk minyak goreng dan produk PT Pamin lainnya. Dalam kesempatan tersebut, General Manager Ali Saleh Sulaiman mengaku pihaknya telah mengurangi produksi selama pandemi.

“Sebelumnya perusahaan mampu memproduksi minyak goreng sebanyak 300 sampai 350 kontainer per minggu untuk memenuhi pasar lokal dan mancanegara, sekarang hanya 100 kontainer saja,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Musa Rajekshah menyampaikan kunjungannya ke PT Pamin untuk mendengarkan permasalahan yang dihadapi para pengelolah perusaan khususnya dalam hal ekspor. “Tadi sudah disampaikan kendalanya dan ini menjadi catatan kami, namun saya perlu juga mendengar langsung dari Pelindo terkait  keterbatasan kontainer yang keluar dari pelabuhan itu apa, secepatnya kami akan komunikasi ke Pelindo,” ujar Ijeck.

Ijeck juga berjanji akan menyampaikan harapan terkait adanya laboratorium kelapa sawit bertaraf internasional ke kementerian, dalam hal ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Namun, tambah Ijeck, hal penting saat ini adalah selama pandemi pihaknya berharap perusahaan-perusahaan di Sumut bisa bertahan dan dapat mempertahankan karyawannya sehingga tidak dirumahkan.

“Saya mendengar tadi PT Pamin tidak ada melakukan pemberhentian karyawan meskipun dalam suasana sulit saat ini, kami dari pemerintahan sangat berterima kasih dan muda-mudahan ini dapat diikuti oleh perusahaan yang lain sehingga Sumut dapat bangkit dan Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Sumut saat ini juga tumbuh positif 4% secara secara year on year (yoy),” tutup Ijeck.(ENC-2)

Komentar

Baca Juga