Sampah di TPS Perumnas Mandala Semakin Menggunung, Kasi Kebersihan Apa Cerita?
EKSISNEWS.COM, Percut Sei Tuan – Sampah semakin menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berada di Perumnas Mandala Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Akibatnya, masyarakat resah karena harus mencium bau busuk yang menyengat hidung, dari tumpukan sampah tersebut. Bau busuk sampah yang menggunung itu menyebar ke kawasan pemukiman di sekitar TPS tersebut.
Informasi Eksisnews.com menyebutkan, menggunungnya sampah di TPS Perumnas Mandala tersebut dikarenakan luas TPS tersebut tidak layak lagi untuk penampungan sampah yang datang dari desa lain di Kecamatan Percut Sei Tuan.
Informasi juga menyebutkan, sampah dari Pasar Modern di Jalan William Iskandar yang cukup banyak, juga masuk ke TPS Perumnas Mandala itu.
Pengawas Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan Domo mengatakan, sampah tetap saja menumpuk di TPS Perumnas Mandala karena kendala angkutan atau mobil truk sampah untuk mengangkut sampah ke TPS di Kutalimbaru tidak memadai.
“Coba bapak lihat, dua truk angkut sampah rusak tidak bisa dipergunakan. Alat berat skopel juga sering mogok karena usianya sudah tua,” ujar Domo.
Ungkapan Domo juga diamini oleh Mucklis salah seorang pengawas sampah di TPS Perumnas Mandala. Munurutnya, kendala yang lainnya adalah jarak tempuh ke TPA di Kutalimbaru untuk sekali angkut memakan waktu lebih kurang tiga jam. “Itu kalau jalan tidak macat, kalau macat waktu tempuhnya bisa empat jam satu trip,” sebut Mucklis.
“Masalah kebersihan di Kecamatan Percut Sei Tuan sebenarnya bisa diatasi kalau aparat pemerintahan desa mau bersinergi dengan pihak kami,” jelas Mucklis.
Lanjut Domo lagi, masih ada beberapa titik pembuangan sampah liar di desa-desa yang sulit dikontrol pihaknya, karena msyarakat membuangnya pada malam hari/pagi hari. “Disinilah kami mengharapkan pihak pemerintahan desa yang ada bisa besenergi dengan kami,” harap Domo.
Ketua LSM Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi (Barapaksi) Otti Batubara mengatakan, dengan kutipan restribusi sampah yang dilakukan pihak Kecamatan Percut Sei Tuan yang begitu besar dari masyarakat, ditambah lagi dengan dana APBD kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan yang hampir Rp4M setahun, serta setoran PAD sampah Kecamatan Percut Sei Tuan ke Pemkab Deli Serdang juga hanya Rp350 juta pertahun, semestinya masalah sampah Kecamatan Percut Sei Tuan termasuk di TPS Perumnas Mandala bisa teratasi,” jelas Otti Batubara kepada Eksisnews.com Kamis (11/06/2020).
Otti juga mengatakan TPS di Perumnas Mandala menjadi pantauan pihaknya. Menurutnya TPS tersebut semestinya adalah TPS yang hanya menampung sampah yang berasal dari warga Perumnas Mandala saja.
“Informasi yang kita himpun, sampah dari desa lain dan dari Pasar Modern juga masuk di TPS Perumnas. Ini sangat disayangkan, seperti apa pengawasannya, atau ada konspirasi soal ini,” ujar Otti Batubara.
Otti juga menegaskan akan meminta penjelasan pihak Kecamatan Percut Sei Tuan terkait penanganan sampah.
“Dana masyarakat yang berasal dari restribusi maupun dari APBD harus benar-benar untuk menangani sampah di Percut Sei Tuan kalau tidak mau bersinggungan dengan hukum,” tegasnya.
Kasi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan Yusri mengatakan pihak MMTC sudah tidak ada lagi kerjasama dengan pihaknya.
“Mmtc sudah tidak ada urusan/kerja sama dengan kita pak dari sebelum saya masuk disini.
Perumnas dari bulan 3 hingga bulan 5 sudah 3 kali kosong. Skopel mungkin karena mungkin faktor usia. Kalau menganai anggaran bapak bisa konfirmasi kepada pimpinan saya, terimakasih,” katanya. (ENC-Cok/Ham)
Comments are closed.