Semua Caleg PKPI Berhak Dipilih, Issu Digugurkan Tidak Benar


MEDAN, Eksisnews.com – Adanya pemberitaan yang masih mengedepankan trik “curi judul” di sejumlah media massa cetak, online maupun televisi. Telah menimbulkan polemik. Hanya saja dalam kesempatan perlu disampaikan bahwa tidak benar secara keseluruhan Caleg PKPI gugur dikarenakan tidak melaporkan dana kampanye  (LADK). Hal ini disampaikan oleh Anton Siahaan SE Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Dapil 10 (Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun) Minggu (24/3/2019).

Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua DPP PKPI Sumatera Utara Ir Juliski MM melalui Wasekjen PKPI Sumut Daniel Heri yang diteruskan kepada selurh kader dan Caleg PKPI Kabupaten/Kota dan Provinsi, agar tidak menimbulkan ada kekeliruan serta tidak terjadi propaganda serta pemanfaatan dari pihak-pihak tertentu karena issue pembatalan keikutsertaan Caleg di 3 Kabupaten/Kota karena tidak menyerahkan LADK telah banyak digunakan oknum-oknum tertentu untuk menggembosi Partai PKPI yang sudah dengan tekad bulat mengibarkan semangatnya sampai pelosok Negeri khususnya di Sumut.

Adapun  tujuan issu ini terus dihembuskan agar para  Caleg dari PKPI tidak dipilih dengan alasan katanya kalau dipilihpun sia-sia saja karena suaranya akan digugurkan.

Disamping itu juga bertujuan untuk mengendurkan maupun mengurangi semangat kader dan simpatisan PKPI yang mulai membooming.

“Bagi partai yang tidak menyerahkan LADK tingkat provinsi dinyatakan tidak bisa bertarung di tingkatannya,  begitu juga dengan yang tidak menyerahkan di tingkat  Kabupaten /Kota tidak bisa bertarung ( di gugurkan). Sementara  DPP PKPI Sumut kemarin tidak mengajukan LADK hanya di 3 daerah Kabupaten/Kota , karena memang caleg nya tidak ada dan pengurusnya tidak tanggap,  jadi sebatas 3 Kabupaten/Kota tersebut saja yang tidak bisa bertarung,  sementara untuk semua Caleg PKPI Sumut ( Caleg TK 1 ) semua dilaporkan LADKnya, sehingga dengan demiikian berhak berkampanye  dan memperoleh suara di dapilnya masing_masing,” terangkan Anton.

Anton juga mengharapkan kepada seluruh warga untuk lebih cerdas jika membaca berita atau mende ngarkan berita- berita. Disyarankan  sebaiknya diikuti, dibaca dan dicerna sampai selesainya berita tersebut, jangan sampai hanya membaca judul doang atau mendengarkan sepenggal-sepenggal kemudian mengembangkannya  dengan sendiri berdasarkan opini masing-masing. jika ini terjadi tentu sangat berbahaya karena akan dapat menimbulkan berita hoax.

Kepada pihak-pihak yang masih sajana menyatakan bahwa PKPI telah digugurkan bersama-sama beberapa Partai lainnya, supaya hendaknya berhenti menebar berita bohong.

“Marilah bersaing secara sehat tanpa harus menunjukan bentuk kekwatirannya karena kedaulatan saat ini ada ditangan rakyat.  Yang perlu menjadi perhatian, marilah kita jadikan ” money politik ” menjadi musuh bersama karena dengan masih banyaknya caleg  yang mengadalkan kekuatan  money politik, tentu telah merusak sendi-sendi kehidupan berdemokrasi dan berbangsa,,” ungkap Anton (ENC-1)

Comments are closed.