Sinergi Kemanusiaan BRI Panyabungan Bersama BPBD Madina
EKSISNEWS.COM, Mandailing Natal – Di tengah dinamika alam yang tidak selalu bisa diprediksi, kolaborasi menjadi kunci. Itulah semangat yang terbangun antara Bank Rakyat Indonesia (BRI) Panyabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal (Madina) dalam memperkuat ketahanan daerah.
Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, sinergi ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat Madina yang kerap dihadapkan pada potensi bencana alam, mulai dari banjir hingga longsor di sejumlah wilayah.
Pemimpin BRI Panyabungan, Benny Susanto, menyampaikan bahwa peran perbankan tidak hanya soal layanan keuangan, namun juga kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, kami turut hadir mendukung upaya penanggulangan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).
Sementara itu, Kaban BPBD Madina, Mukhsin Nasution, menegaskan bahwa dalam penanggulangan bencana sangat dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang melibatkan lima unsur atau pentahelix pemangku kepentingan utama, yakni pemerintahan, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan media.
Menurutnya, keterlibatan semua unsur tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan daerah yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan, kaitan BRI dengan BPBD Madina baru-baru ini mencakup dukungan moril serta bantuan logistik kepada korban bencana. Ke depan, BRI juga direncanakan akan menjadi penyalur Bantuan Stimulan Rumah Rusak (BSRR) bagi masyarakat terdampak.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,” ujarnya singkat.
Mukhsin juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memberikan keterangan lebih rinci. “Mohon maaf, untuk konfirmasi lebih lengkapnya akan saya jawab di lain kesempatan, saya masih mengikuti rapat,” katanya.
Di lapangan, sinergi ini diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan mitigasi, edukasi kebencanaan, hingga kesiapsiagaan tanggap darurat. Bagi masyarakat, kehadiran dua institusi ini menjadi simbol bahwa ketahanan daerah dibangun bersama, bukan oleh satu pihak semata.
Ketahanan bukan hanya tentang bertahan setelah bencana datang, tetapi juga tentang kesiapan sebelum risiko itu terjadi. Di Madina, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi harapan baru—bahwa di balik setiap potensi ancaman, selalu ada upaya bersama untuk menjaga keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat.(ENC-2).
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.