Soal Penutupan Simpang Empat Unimed, Camat Diduga Lakukan Pembohongan Publik

PERCUT SEI TUAN, Eksisnews.com – Camat Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Khairul Azman diduga lagi melakukan pembohongan publik terhadap masyarakatnya sendiri.

Hal ini diungkapkan Ketua LKMD Medan Estate Indra Surya Nasution pada Eksisnews.com Jumat(13/12/19) di Cafe Anugrah Medan Estate.

Hal ini bermula adanya kiriman berita dari media melalui WA kepada WA Camat tersebut, tentang penutupan simpang empat Unimed yang di lakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Deli Serdang yang diduga dibiayai oleh salah satu pemilik Perumahan mewah yakni Citrland.

Impormasi dana penutupan simpang empat Unimed ini diperoleh dari Perumahan Citraland datangnya dari pekerja yang akan melakukan pengecoran lokasi yang dimaksud.

Pekerjaan yang sedang dilakukan itu adalah suruhan dari seseorang yang bernama Ridwan salah seorang saat ini menjadi kepercayaan dari pemilik Permahan Citraland yang berlokasi di Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan.

Tetapi pernyataan dari para pekerja itu di menurut Camat Percut Sei Tuan tidak benar, jawab nya kepada yang mengirimkan berita media tersebut ke WA camat tersebut.

Dan Camat mengatakan penutupan simpang empat yang dimaksud adalah rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacatan dan itu dari CSR (Corporate social Respon Sibility) Unimed.

CSR yang di maksud adalah suatu pendekatan bisnis dengan cara memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberi kan manfaat dibidang sosial, ekonomi dan lingkungan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Indra lagi, yang sedang dilakukan Dishub saat ini tidak untuk mengatasi kemacatan melainkan semata mata mengalihkan kemacatan, dan kemacatan ini terjadi dihampir setiap titik.

“Yang tadi sebelum dilakukan penutupan kemacatan terjadi pada waktu waktu tertentu saja.

Dan seorang Camat tidak harus tidak harus terus melakukan pembelaan terhadap yang belum tentu kebenaran nya.

Dan juga Camat semestinya harus berada ditengah sebagai wasit yang tidak berpihak demi kepentingan rakyat nya sendiri,” ujarnya.

Camat Percut Sei Tuan Khairul Azman yang dihubungi melalui WA Jumat(13/12/19) mengatakan tidak ada dilakukan penutupan simpang empat, yang ada melakukan rekayasa lalu lintas sebab jalan untuk memutar masih ada tidak ditutup semua.

Tetapi tidak mengatakan berapa pembiayaan pengecoran untuk melaku kan rekayasa jalan itu dan juga tidak menjelaskan sumber dananya dari mana.

Humas Unimed Surif, ketika dihubungi wartawan melalui WA Jumat(13/12/19) apakah penutupan simpang empat Unimed ini berasal dari CSR Unimed seperti yang disampaikan Camat pada Ketua LKMD Medan Estate Indra Nasution.

Humas Unimed dengan jelas menuliskan di WAnya mengatakan
yang benar adalah seluruh kampus, sekolah dan perkantoran yang ada disekitar pasar V Medan Estate ini telah lama mengsulkan ke Pemda agar ada solusi dan rekayasa jalan agar setiap pagi dan sore lalu lintas sekitar kampus tidak macet. Dan yang kami tau pendanaan merupakan kewewenangan Dishub DS pada tulisan tersebut, dan ketika ditanya kan tidak dari CSR Unimed seperti yang dikatakan Camat Percut Sei Tuan tidak memberikan komentar.

(ENC-Ian)

Comments are closed.