Soal Sampah di PS Tuan, Camat: Peran Serta Masyarakat Sangat Diharapkan
EKSISNEWS.COM, Deli Serdang – Untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, kesadaran dan kepedulian masyarakat sangat diharapkan.
Hal itu diucapkan Camat Percut Sei Tuan Ismail, kepada wartawan, Kamis (11/11/2021). Meskipun persoalan sampah memang sudah menjadi tugas dari dinas kebersihan dan pihak kecamatan.
Dijelaskannya, sebanyak 500 ribu jiwa dari 18 desa ditambah 2 kelurahan jumlah penduduk yang ada di kecamatan Percut Sei Tuan dan jika per jiwanya menghasilkan 0,5 Kg sampah dikalikan dengan jumlah penduduk, maka dapat dirincikan sampah yang dihasilkan setiap harinya sebanyak 250 ribu Kg atau 250 ton.
“Dengan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya sebanyak 250 ton, hal ini yang menjadi kendala bagi kami. Sementara jumlah armada (truk) yang ada untuk mengangkut sampah tersebut hanya 8 unit. 1 truk hanya bisa dimuat sebanyak 4 ton. Jadi setiap harinya sampah hanya bisa diangkut hanya 32 ton saja,” jelas Ismail.
Dalam hal itu, sambung Ismail, akibat kekurangan fasilitas menjadi kendala dan tentunya sisa sampah setiap harinya terus bertambah hingga menumpuk. Apalagi jarak Tempat Pembuangan Sampah (TPA) cukup lumayan jauh.
“Kekurangan fasilitas memang menjadi suatu kendala. Apalagi TPA nya berada di Kecamatan Kutalimbaru, memang cukup lumayan jauh jaraknya. Sehingga truk hanya bisa mengangkut sampah hanya sekali dalam sehari,” terangnya.
Dikatakannya, agar dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya, peran serta masyarakat adalah kunci utama dalam membangun tingkat kesadaran dan kepedulian bersama.
“Peran serta masyarakat sangatlah diharapkan baik dari rasa kesadaran dan kepedulian. Apa lagi masyarakat itu melarang dengan tegas jika ada masyarakat luar sengaja membuang sampah di desa atau di lingkungannya. Jika hal itu dilakukan, tentunya jumlah sampah setiap harinya dapat berkurang,” harap Ismail.
Selain itu, kata Ismail, sampah juga bisa menjadi manfaat untuk menambah pendapatan bagi masyarakat yang menjadi konsumen sampah.
“Bagi masyarakat yang mau menjadi konsumen sampah, tentunya bisa menambah pendapatannya. Sebab sampah itu bisa dibagi menjadi tiga yakni, sampah plastik bisa dijual. Sedangkan sampah daun bisa diolah menjadi pupuk kompos. Sementara sampah yang tidak bisa dimanfaatkan, itulah yang dibuang karena tidak bermanfaat,” pungkasnya. (ENC-Fr)
foto: Feri
Comments are closed.