Sumut Berpeluang Cetak Laju Tekanan Inflasi
MEDAN, Eksisnews.com – Tren perkembangan harga selama bulan April ini, Sumatera Utara masih berpeluang mencetak laju tekanan inflasi. Sejumlah harga kebutuhan pokok masih mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Salah satu komoditasnya adalah bawang putih dimana harganya mengalami kenaikan yang sangat tajam. Jika membandingkan kenaikan harga bawang putih dengan bulan lalu, maka harganya sudah mengalami lonjakan 100 persen.
Di pertengahan bulan lalu harga bawang putih itu sekitar Rp24 ribu per kg. Sementara saat ini harganya meroket menjadi Rp48 hingga Rp50 ribu per kg nya. Kalau membandingkan harga bawang putih pertengahan bulan kemarin dan pertengahan bulan ini, harga bawang putih naik sekitar 30 persen harganya. Jadi kalau ditarik data dalam kurun waktu 1 hingga 1.5 bulan terakhir, maka terjadi kenaikan harga bawang putih berkisar 30 persen hingga 100 persen.
“Saya sangat yakin bawang putih akan menyumbangkan inflasi yang sangat signifikan. Terlebih lagi jika terjadi tekanan lanjutan pada bawang putih di pekan terkahir april ini. Dan masuk dalam perhitungan laju tekanan inflasi. Selain bawang putih, ada daging ayam yang juga berpeluang menyumbang inflasi. Daging ayam jika merujuk kepada hari ini harganya sudah menjadi Rp30 ribu per Kg. Naik dibandingkan pertengahan bulan lalu sekitar Rp28 ribu,” kata pengamat ekonomi Gunawan Benyamin dalam keterangan resminya, Jumat (26/4/2019).
Tetapi harga daging ayam pertengahan bulan ini masih lebih rendah dibandingkan dengan harga pertengahan bulan lau. Dimana di tengah bulan april harga daging ayam berkisar Rp26 ribu per Kg. Sementara itu, harga bawang merah mengalami tren penurunan harga selama sebulan terakhir. Di pertengahan bulan kemarin harganya Rp34 ribu perkg, terus mengalami penurunan di pertengahan bulan ini di Rp32 ribu per kg dan menjadi Rp30 ribu per kg saat ini.
Jadi bawang merah sangat potensial menyumbang deflasi. Sementara bang merah peluangnya masih sama besar untuk menyumbang inflasi atau deflasi. Selain itu terjadi kenaikan pada harga beras selama bulan april ini. Kenaikannya rata-rata mencapai 300 per Kg.
Hanya saja saya tidak yakin harga beras ini akan dimasukan dalam penyumbang inflasi. Karena 3 bulan sebelumnya harga beras justru mengalami keterpurukan yang juga tidak dimasukkan dalam hitung-hitungan deflasi. Selain bawang putih yang secara konsisten naik, cabe merah juga mengalami kenaikan yang cukup besar.
Dibandingkan dengan harga cabai merah di pertengahan maupun akhir bulan kemarin, cabai merah sudah mengalami kenaikan sebesar 20 persen hingga 50 persen. Rata-rata harga cabai merah di bulan maret itu berkisar Rp20 hingga Rp25 ribu per Kg, sementara di bulan april Rp23 hingga Rp32 ribu per kg. harga cabai merah ini yang sangat besar berpeluang memberikan inflasi ke Sumatera Utara
Secara keseluruhan jika menghitung besaran inflasi di bulan april hingga hari ini, maka SUMUT berpeluang mencetak inflasi sekitar 0.35 persen hingga 0.4 persen. Namun, peluang inflasi di angka 0.2 persen an sangat terbuka jika menjelang akhir bulan harga bawang putih mengalami penurunan dan cabai merah berbalik dikisaran Rp25 ribuan, atau sampel data hanya terbatas pada pertengahan bulan april sebagai komponen yang dhitung inflasi.
Namun jika harga cabai merah dan bawang putih terus mengalami kenaikan. Maka peluang inflasi di atas 0.4 persen sangat terbuka. Besaran inflasi Sumatera Utara ini masih dikategorikan aman. Tetapi pemerintah harus terus berada di pasar untuk memantaunya.(ENC-2)
Comments are closed.