Tak Mau Disuruh Beli Sabu, Pria Ini Kena Tikam

EKSISNEWS.COM, Medan – Alvin Sanjaya (22) warga Jalan Masjid Taufiq, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, dianiaya 3 orang pria di Jalan Haji Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (13/11/2021) malam.

Akibat penganiayaan itu, Alvin menderita luka tikam di perut dan bokong. Motifnya hanya karena tidak mau disuruh beli sabu.

Alvin diselamatkan temannya dan warga di sekitar lokasi kejadian. Ia dibawa ke salah satu klinik, namun karena luka yang cukup parah, klinik merujuknya ke RS Imelda Medan. Tak lama di rumah sakit, keluarga membawanya pulang karena ketiadaan biaya. Keluarga akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Percut Sei Tuan dengan LP 2218/XI/2021 SPKT Percut.

“Kami orang susah dan tidak punya cukup uang untuk biaya rumah sakit. Makanya kami harus membawa pulang anak kami untuk berobat jalan,” tutur Sulaiman, ayah kandung korban kepada wartawan, Selasa (16/11/2021) malam.

Dikatakan Sulaiman, kondisi anak laki-lakinya itu (Alvin) saat ini masih terbaring lemah dan berharap kepada pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang salah satunya berinisial SU.

“Kami berharap kepada pihak kepolisian khususnya Polsek Percut Sei Tuan, segera menangkap para pelaku. Sebab para pelaku kini masih berkeliaran bebas tanpa merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya kepada anak kami,” harap Sulaiman.

Senada ibu korban mengatakan, bahwa malam itu Alvin bersama temannya sedang duduk nongkrong di salah satu warung. Tak lama Su (pelaku) datang dan menyuruh Alfin, untuk membeli sabu.

“Anak saya itu takut makanya tidak mau menuruti permintaan pelaku untuk beli sabu. Karena tidak mau di suruh, lantas Su dan dua kawannya emosi sehingga membawa Alvin ke semak-semak dan mereka langsung melakukan penganiayaan hingga menikam perut serta bokong anak saya,” terang ibu korban.

Sementara, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Agustian Sik, saat dikonfirmasi terkait harapan keluarga Alvin mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan segera menangkap para pelaku. (ENC-Fr)

Comments are closed.