oleh

Tim AMAN Ajak Warga Medan Tak Percayai Quick Count di Pilkada 2020

-Politik-10 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Tim Akhyar Nasution – Salman Alfarisi (AMAN)  mengajak seluruh warga Kota Medan untuk secara bersama tidak mempercayai hasil pengitungan cepat (Quick Count) dari lembaga-lembaga survei yang disiarkan televisi nasional, karena dinilai hanya menggiring opini publik terhadap kemenangan pasangan calon (paslon) tertentu.

“Sementara diduga info data lembaga survei dimaksud penuh dengan kejanggalan. Indikasi itu terlihat dari selisih kemenangan paslon 02 atas paslon 01 yang ditayangkan sejak awal terus bergerak menjauh hingga 10 persen, padahal faktanya selisih keduanya sangat tipis dan belum diketahui pemenangnya,” ujar  Wakil Ketua Tim Pemenangan AMAN, Gelmok Samosir kepada sejumlah wartawan yang hadir di rumah tim pemenangan AMAN di Jalan Sudirman Medan, Minggu (13/12/2020).

Tidak hanya itu, jelasnya, keunggulan paslonnomor urut 02 Bobby-Aulia pada Pilkada 9 Desember 2020 secara hitungan (quick count), namun ada hal yang masih memberatkan tim relawan pemenangan AMAN. Mereka mengindikasikan kemenangan tim lawan terindikasi diraih dengan menghalalkan segala cara.

“Adanya keprihatinan untuk menyahuti desakan masyarakat Kota Medan  yang tak ingin pilkada dimenangkan oleh pasangan calon yang melanggar atau diduga melanggar dan norma kepatutan dengan menghalalkan segala cara karena ini berpotensi mencegah ketidakpercayaan masyarakat Kota Medan atas pemerintahan ke depan. Maka dengan  kondisi tersebut kami tim pemenangan beserta seluruh relawan menyampaikan poin pernyataan sikap,” katanya.

Dikatakannya, Tim AMAN juga terkait hal itu masih menunggu hasil resmi yang dikeluarkan KPU dan untuk kelanjutnya akan mengerluarkan sikap atas hasil yang diumumkan. Termasuk mempersiapkan atau tidak langkah-langkah selanjutnya.

“Saat ini tim advokasi dibantu tim hukum serta relawan menginventarisir seluruh temuan akibat pelanggaran pilkada maupun kejahatan pilkada yang diduga dilakukan secara terstruktur, sistemik, dan masih melibatkan aparatur serta dugaan mobilisasi kepala lingkungan, OKP dalam membagi-bagi beras atau sembako atau uang untuk memilih paslon tertentu,” sebutnya.

Selain itu kata Gelmok, Tim juga menemukan keganjilan di sejumlah TPS yang dimenangkan oleh paslon 02 dimana jumlah kehadiran pemilih mencapai 100 persen, padahal rata-rata pemilih biasanya 40 persen.

“Untuk itu Tim AMAN membuka posko pengaduan pelanggaran kecurangan bahkan dugaan kejahatan sepanjang sosialisasi hingga hari kampanye baik berupa foto, rekaman video maupun kesaksian siapa saja yang ingin berkkntribusi untuk menciptakan pilkada yang sehat dan bermartabat,” ujarnya.(ENC-2)

 

Komentar

Baca Juga