Tim Intelijen Kejaksaan Tangkap BMF Tampubolon
EKSISNEWS.COM, Medan – Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bekerjasama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Negeri Belawan menangkap terpidana DPO Kejari Belawan yakni Boy MF Tampubolon (42).
Penangkapan terhadap Boy MF Tampubolon itu dipimpin oleh Asintel Kejatisu Dwi Setyo Budi Utomo, SH,MH beserta tim di Jalan Lipat Kajang Atas Kampung Siatas Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, Kamis (22/10/2020).
Menurut Plt. Kajati Sumut Aditya Warman melalui Asintel Dwi Setyo Budi Utomo dan Kasi Penkum Sumanggar Siagian menyampaikan bahwa Boy MF Tampubolon merupakan terpidana perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam kegiatan pengadaan sarana dan alat penangkap ikan pada Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan TA 2014 di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan.
“Terpidana sampai di Kejatisu pukul 22.25 WIB. Kerugian negara Rp. 492.781.650 (empat ratus sembilan puluh dua juta tujuh ratus delapan puluh satu ribu enam ratus lima puluh rupiah),” ucap Dwi Setyo Budi Utomo.
Lebih lanjut Asintel menyampaikan bahwa terpidana Boy MF Tampubolon terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama – sama.
“Perkara ini telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Makamah Agung RI Nomor 417.K/PID.SUS/2017 tanggal 06 September 2017. Menetapkan bahwa terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama. Menjatuhkan pidana kepada terpidana dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Dan menjatuhkan pidana tambahan kepada terpidana untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp. 492.781.650 (empat ratus sembilan puluh dua juta tujuh ratus delapan puluh satu ribu enam ratus lima puluh rupiah),” jelas Dwi Setyo Budi Utomo.
Selain itu Dwi Setyo juga mengungkapkan kalau saat ditangkap, Boy MF Tampubolon kooperatif. Dan selama pelarian terpidana tinggal dirumah sewanya dan mempunyai usaha ponsel.
“Tidak ada melakukan perlawanan,” pungkasnya Kamis (22/10/2020) malam.
Setelah pendataan dan administrasi di Kejatisu, selanjutnya terpidana akan diserahkan ke Kejari Belawan.(ENC-NZ)
Comments are closed.