Mengenalkan Budaya Pakpak Lewat Gebyar Bazar Pakpak
MEDAN, Eksisnews.com – Perkumpulan mahasiswa dan organisasi mahasiswa Pakpak berkaborasi dengan Himpunan Masyarakat Pakpak (Himpak) menggelar acara Gebyar Bazar Pakpak di Jambur Pemere Jalan Jamin Ginting Medan, selama 2 hari, Sabtu (23/11/2019) sampai Minggu (24/11/2019).
Ketua Panitia Gebyar Bazar Pakpak Sakti Solin menyampaikan bahwa Gebyar Bazar Pakpak yang digelar merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengenalkan seni budaya dan tradisi Pakpak kepada generasi muda dan masyarakat Pakpak di Kota Medan sekitarnya.
“Acara Gebyar Bazar Pakpak diisi dengan kegiatan Pasar Onan Rakyat atau bazar menyajikan makanan khas Pakpak, cenderamata dari Pakpak Galeri, pertunjukan seni tradisi dan modern Pakpak, seminar budaya Pakpak serta penampilan kreasi anak muda lainnya,” kata Sakti Solin.
Bupati Dairi diwakili oleh Kadis Perindustrian dan Perdagangan R Munthe menyambut baik acara Gebyar Bazar Pakpak.
“Apa pun yang disampaikan dan diinginkan tokoh perantau masyarakat Pakpak di kota Medan untuk kemajuan Dairi akan kami sampaikan kepada bupati,” kata Munthe.
Kemudian mewakili Bupati Pakpak Bharat Kadis Pariwisata Pakpak Bharat Bambang Banurea sekaligus membuka acara bazar juga mengapresiasi terlaksananya acara gebyar bazar yang menampilkan seni budaya dan kearifan lokal masyarakat Pakpak.
Ketua DPP Himpak Citra Effendi Capah menyampaikan bahwa acara seperti ini menjadi salah satu upaya kita untuk mengingatkan generasi muda khususnya generasi millenial tentang seni budaya masyarakat Pakpak.
“Kita harus membuang sifat yang kurang baik dalam membangun kebersamaan. Kita harus saling mendukung sesama warga masyarakat suku pakpak untuk yang terbaik dimasa mendatang,” tegasnya.
Citra Capah yang didampingi Sekjend DPP Himpak Drs. Lister Berutu, Bendahara Kasiman Berutu dan Penasehat Himpak Fachruddin Kudadiri menyampaikan bahwa suku Pakpak terbagi 5 Suak (bagian). Suak Kepas dan Pegagan di Kab Dairi, Suak Simsim di Kab Pakpak Bharat, Suak Boang di Kab Aceh Singkil dan Kota Subusalam serta Pakpak Kelasan di sebagian wilayah Kab Tapteng dan Humbahas.
Lebih lanjut Citra Capah menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan khususnya bagi sesama warga Pakpak walaupun berbeda-beda Suak, agama, kelompok maupun status, namun tetap bersatu dan menjunjung tinggi Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika.
Panitia juga mempersembahkan beberapa tarian, tradisi dan makanan khas yang disajikan pada acara Gebyar Bazar Pakpak.
Seperti persembahan DPP Himpak bertajuk “Odong-Odong”. Odong-odong adalah ungkapan curahan hati seseorang petani kemenyan di hutan yang jauh dari keluarga, sehingga untuk melampiaskan rasa rindunya diiwujudkan dengan nyanyian odong-odong.
“Odong-odong adalah salah satu budaya Pakpak yang sudah sangat langka dan perlu dilestarikan,” tutur Citra Capah yang juga Kadis PMD Deli Serdang.
Ada makanan khas Pelleng yang biasanya disajikan bila ada hajatan atau peristiwa-peristiwa penting dalam keluarga. Misalnya pada saat mau musim tanam atau musim panen, hendak meminang, merantau, menjelang ujian, saat lulus, dan sebagainya.
Tujuannya sendiri menurut Citra Capah sebenarnya tergantung jenis peristiwa atau upacara. Bila hendak membuka ladang, biasanya maksud penyajian Pelleng ini agar terhindar dari bahaya. Bila hendak merantau agar berhasil diperantauan. Bila hendak meminang agar pinangan diterima. Bila selesai panen, lulus ujian, diterima kerja sebagai ucapan syukur pada Yang Maha Kuasa dan sebagainya.
Pelleng bagi masyarakat Pakpak, lanjutnya ada dua jenis, yaitu pelleng khas Simsim, Kelasen dan Boang serta pelleng khas Kepas dan Pegagan. Fungsi dan maknanya sama, hanya bahan dan cara penyajiannya saja yang berbeda.
“Harapan kita, dengan adanya acara-acara seperti ini, generasi muda sebagai penerus memahami dan bisa melestarikan budaya ini sampai ke anak cucu,” tandasnya.(ENC-2/JP).
Comments are closed.