MEDAN, Eksisnews.com – Setelah perayaan natal kemarin, harga sejumlah kebutuhan pokok masih menunjukan adanya tren harga yang stabil. Cabai kecil atau rawit memang mengalami kenaikan. Dari yang sebelumnya berada dalam rentang Rp29 ribu hingga Rp32 ribu per Kg. Saat ini dijual dikisaran harga Rp55 ribu per Kg. Kenaikan harga cabai kecil tersebut dipicu oleh bertepatannya dengan libur natal. Dimana banyak petani di wilayah Kabupaten karo yang tidak turun ke ladang.
Sementara itu harga sayuran yang terpantau mengalami kenaikan sejauh ini adalah sawi pahit yangbiasanya Rp4 ribu sampai Rp5 ribu per kg, saat ini dijual Rp8000 per Kg. Kol yang biasanya dijual dengan harga Rp3 ribu sampai Rp4 ribu per Kg, saat ini dijual Rp5 ribu per Kg. Buncis yang biasanya Rp5 ribu sampai Rp6 ribu per Kg, saat ini dijual dikisaran harga Rp10 ribu per Kg.
Harga bawang putih juga mengalami kenaikan. Meskipun kenaikan harga bawang putih masih dalam batas ambang yang wajar. Sebelumnya harga bawang putih sempat bertahan di kisaran Rp18 ribu per Kg. Menjelang natal, sejumlah distributor menyatakan bahwa mereka kesulitan mendapatkan pasokan barang. Dikarenakan banyak distributor yang sudah mengambil liburan. Dan harga di beberapa pedagang itu ada yang mencapai Rp20 ribu per kg.
Selanjutnya harga daging ayam juga mengalami kenaikan. Kenaikan harga daging ayam saat ini menjadi Rp31 ribu per Kg. Dari sebelumnya dimana harga daging ayam stabil dikisaran Rp27 ribu hingga Rp28 ribu per Kg. Tingginya permintaan daging ayam saat ini dinilai wajar. Dan tren kenaikan permintaan diperkirakan akan berlanjut hingga perayaan tahun baru 2019 nantinya usai.
“Menjelang 1 pekan penutupan akhir tahun, saya menyarankan agar dinas terkait lebih sering melakukan sidak. Jangan sampai menjelang tahun baru ini justru ada sejumlah spekulan yang sengaja memanfaatkan ketidakstabilan pasar tersebut untuk mendapatkan keuntungan pribadi,” sebut pemerhati ekonomi, Gunawan.
Artinya, tren kenaikan harga di bulan desember untuk sejumlah komoditas pangan masih terbilang wajar. Kenaikan harga cabai rawit saya pikir tidak akan bertahan lama. Karena nanti juga akan kembali normal. Disaat seperti sekarang ini kita akan lebih sering menemukan bahwa
harga-harga yang berlaku di masyarakat cenderung volatile.
Berfluktuasi dengan sangat lebar. Dan bahkan akan ditemukan kenaikan harga sayur mayur yang bisa mencapai 100% lebih. Tetapi sekali lagi kondisi tersebut bukanlah kondisi yang akan berlangsung lama. Dengan sendirinya akan mengalami pemulihan dalam jangka pendek.
“Walau demikian saya memberikan catatan khusus untuk cabai merah. Di kabupaten karo saat ini ditemukan adanya gangguan pada tanaman cabai merah. Dimana dalam 1 bedengn tanaman cabai terdapat sekitar 30 hingga 40 persen tanaman yang rusak.
Gejalanya adalah pohon cabai tersebut mengalami patah di batangnya. Sebelum patah batang cabai itu tadi gosong dan akhirnya tumbang. Untuk itu, dihimbau agar dinas terkait segera terjun langsung kelapangan. Karena akan mengganggu produktifitas cabai dalam 2 bulan kedepan nantinya.(E2)

Comments are closed.