Nawal Lubis: 350 Tahun Rempah Kita Diambil Belanda, Harus Direbut Kembali

EKSISNEWS.COM, Medan – Ketua Dewan Rempah Indonesia (DRI) Sumatera Utara (Sumut), Nawal Lubis mengatakan peringatan hari rempah nasional pertama yang akan dilaksanakan di Kota Parapat Kabupaten Simalungun,sebagai momentum untuk merebut kembali kejayaan rempah.

Karena, membangkitkan kejayaan rempah tidak hanya sekedar slogan belaka, namun banyak aspek yang menjadi ‘tuas pengungkit’ kembali kejayaan rempah itu.

“Begitu lamanya dimasa penjajah Belanda telah mengambil rempah kita, lamanya 350 tahun, mari kita rebut kembali,” kata Nawal kepada wartawan usai menghadiri gathering partisipasi pada acara hari rempah nasional dan Indonesian Spicies Forum & Business Expo (ISFBE), Kamis (25/11/2021) di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Jendral Sudirman Medan.

Lebih lanjut, Nawal mengatakan, Sumut memiliki sejumlah rempah-rempah yang berkualitas ekspor, seperti kemiri, lada, andaliman, kapulaga, cengkeh, jahe dan kunyit. Rempah-rempah ini terdapat di Tapanuli, Simalungun, Dairi, Tanah Karo dan Humbang Hasundutan.

“Hari rempah yang pertama dilaksanakan ini merupakan momen untuk memberitahukan bahwa 11 Desember 1521 untuk pertama kalinya cengkeh kita diekspor lebih kurang 27 ton ke Spanyol. Dibawa berlayar oleh orang kaptennya yang merupakan orang Melayu yakni Dampu Awang,” kata Nawal.

Pihaknya juga berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah menetapkan hari pertama peringatan Hari Rempah Nasional dilaksanakan di Sumut. Menurut Nawal yang juga istri Gubernur Sumut tersebut bahwa dengan adanya kegiatan tersebut maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumut khususnya para petani rempah.

“Jadi mereka nanti langsung dipertemukan dengan pembeli. Ada juga UMKM di sana serta acara ini juga dilaksanakan di Danau Toba untuk pengembangan tempat pariwisata tersebut,” ucapnya.

Jokowi Akan Hadiri ISFBE 2021

Dalam acara tersebut diungkap rencana kehadiran Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo direncanakan akan membuka secara resmi pertemuan bisnis dan pameran rempah dunia “Indonesian Spices Forum dan Business Expo World ” (ISFBE) 2021 yang akan digelar selama dua hari di Parapat, Danau Toba, 10-12 Desember 2021 mendatang.

“Dengan adanya hari rempah sedunia ini, saya berharap Sumut berjalan sesuai harapan, kita doa kan,” sebutnya.

Panitia penyelenggara ISFBE 2021, Ika Harini dari Pandawa Media Inovasi mengatakan bahwa saat ini kesiapan acara sudah mencapai 70 persen. Acara yang digagas oleh Dewan Rempah Indonesia (DRI) bersama Kementerian Pertanian ini juga melibatkan KADIN Sumatera Utara serta Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI). Bukan hanya itu, acara juga mendapatkan dukungan penuh dari KADIN Indonesia, Pemprov Sumut dan pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi republik Indonesia.

Melalui ISBFE 2021 diharapkan Indonesia dapat mengembalikan kejayaan rempah serta aktif membumbui dunia dengan meningkatkan perniagaan rempah ke seluruh penjuru dunia. Atas dasar itu tema ISBFE 2021 ” Rebut Kembali Kejayaan Rempah Indonesia.”

Dalam kegiatan ini, penyelenggara mempertemukan para petani, pengusaha, UMKM dan pengolah rempah dalam satu forum bisnis yang benar benar konkret terukur.

Penyelenggaraan acara ISBFE 2021 ini merupakan pengejawantahan amanat Presiden Jokowi pada tahun 2017 kepada semua pemangku kepentingan rempah Indonesia untuk bersama sama mengembalikan kejayaan rempah Indonesia.

Sejumlah kementerian juga terlibat dalam kegiatan ISBFE 2021 ini. Tak hanya itu mereka juga mengundang keikutsertaan dari mancanegara terutama para importir dan pengolah rempah yang menjadi sasaran ekspor rempah Indonesia seperti Singapura, Uni Emirat Arab, India, Maroko, Algeria, Tunisia, USA, Belanda, Brazil, Jerman, Belgia dan banyak lagi.

Selama ISBFE 2021 berlangsung akan diselenggarakan berbagai kegiatan seperti Seminar Internasional “Mengembalikan Kejayaan Rempah” dan Seminar Nasional Jamu Tradisional, Pemilihan Duta Penerus Rempah Indonesia 2021, pameran rempah nusantara, kuliner rempah nusantara, temu pengusaha rempah Indonesia,  serta B2B Forum mempertemukan buyer dan seller.(ENC-2)

Comments are closed.