LIPPSU Desak Gubsu Edy Bersihkan OPD Berkinerja Buruk
MEDAN, Eksisnews.com – Sudah Enam bulan pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Ijeck) menjalankan tugas Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 2018-2023.
Bersamaan dengan itu, sudah saatnya pula para pejabat yang tidak bisa mengikuti program kerja yang digaungkan-gaungkan pasangan ERAMAS tersebut pada masa kampanyenya untuk segera dibersihkan dan diganti oleh orang-orang yang mempuni dibidangnya.
Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) Azhari AM Sinik mengatakan pergantian para pejabat eselon II sudah bisa secepatnya dilakukan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. “Pembangunan di Sumut membutuhkan para pejabat atau organisasi perangkat daerah (OPD) yang cekatan dan mempuni dalam memacu pembangunan Sumut yang bermartabat,” kata Azhari Sinik kapada Eksisnews.com Minggu (17/3).
Menurut Azhari Sinik, saat ini banyak pejabat di OPD Pemprovsu yang masih belum bisa mempuni dalam dalam menjalankan ritme program kerja yang diminta oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi terutama dalam hal Menata Kota Membangun Desa.
Pada 5 Maret 2019, kata Azhari Sinik pasangan ERAMAS, telah menjalani tugas pemerintahan lebih 160 hari, sehingga perombakan terhadap jajaran “kabinet” sudah dapat dilakukan. “Itu sah-sah saja dan sudah menjadi aturan dan setiap kepala daerah dapat melakukan evaluasi para pejabatnya,” ujar Azhari Sinik.
“Langkah pergantian eselon II tersebut perlu disinkronkan dengan laporan dari Inspektorat Sumut terkait kinerja OPD di Pemprovsu tersebut, ” tambah Azhari Sinik.
LIPPSU kata Azhari Sinik akan siap membantu tugas Gubsu dalam penilaian kinerja para pejabat OPD di lingkungan Pemprovsu.
“LIPPSU punya catatan tentang track record para pejabat eselon II yang bekinerja buruk. Kita siap bantu Gubsu dalam membangun Sumut yang lebih bermartabat,” kata Azhari Sinik.
Para pejabat eselon II kata Azhari Sinik, yang berkinerja buruk sudah saatnya diganti karena hal itu dapat menggangu kinerja Gubsu yang menginginkan bawahannya adalah orang the man in the right place.
Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan hasil assessment eselon II di lingkungan kerja Pemprov Sumut masih sangat rendah dan masih jauh dari harapan. Bahkan ada yang nilainya sangat jauh dari harapan.
Tahapan yang dilakukan untuk mencari orang yang tepat di tempat yang tepat (The right man in the right place) adalah lewat assesment, kemudian jabatan di eselon II yang kosong akan dilelang untuk mendapatkan orang-orang yang berkualitas menduduki jabatan yang masih lowong.
“Kalau kita melakukan assessment ulang, berarti kita harus mengeluarkan dana lagi. Nanti saya pastikan dulu lah dengan Sekda untuk menentukan langkah selanjutnya,” kata Gubsu.
Gubsu Edy Rahmayadi sebelumnya pernah mengutarakan kalau pihaknya bahkan akan mencari pejabat yang berkualitas dari luar provinsi Sumatera Utara. “Kalau dari hasil seleksi kemarin rendah maka terpaksa kita cari pejabat eselon II yang berkualitas,” pungkasnya. (ENC- Cok)
Comments are closed.