Warga Resah Nomor Hotline Proyek Sedot Tinja Tak Bisa Dihubungi

PERCUT SEI TUAN,Eksisnews.com:- Sejumlah warga Desa Bandar Setia Percut Sei Tuan mengeluhkan keberadaan proyek Sedot Tinja yang dilaksanakan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pemkab Deli  Serdang sebab nomor hotline yang tersedia ternyata tidak pernah dapat dihubungi.

Tokoh masyarakat Percut Sei Tuan, M Abduch SH kepada eksisnews.com, Selasa (13/11) menyampaikan kekecewaannya dan menilai program layanan untuk sanitasi dan kebersihan masyarakat tersebut hanya isu adanya.

“Saya sendiri telah mencoba menelpon ke nomor hotline yang tersedia yakni 0812-6214-9833. Tapi jawabannya adalah nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi. Mohon periksa kembali nomor tujuan anda,” ungkap Abduch.

Menurut Abduch, sangat disayangkan jika program tersebut ternyata bohong, karena hanya akan menjatuhkan kredibilitas Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan.

“Untuk apa membuat gebrakan yang sangat baik, tapi ternyata tidak bisa diakses rakyat,” tegasnya.
Dia juga mengakui telah beberapa kali mendapatkan keluhan dari warga di Desa Bandar Setia khususnya dan Percut umumnya yang merasa kecewa karena proyek sedot tinja itu tidak bisa dihubungi nomor hotline yang dimaksud.

Apalagi, sebutnya warga mendapatkan informasi itu melalui kepala dusun tempatnya tinggal yang melihat langsung surat resmi dari Dinas Perumahan dan Pemukiman yang ditujukan kepada Kepala Desa di Deliserdang prihal penyampaian informasi sedot tinja.

Bahkan, ungkap Abduch sesuai dengan Perda Nomor 2 tahun 2012 juga disebutkan berapa biaya yang harus dikeluarkan warga dan dinilai sangat membantu. “Tapi kalau tidak bisa dihubungi artinya pemerintah membohongi rakyatnya,” ungkap dia.

Sementara salah seorang warga Desa Bandar Setia, S Ramadhan menyampaikan kekecewaannya karena informasi tentang program sedot tinja itu ternyata tidak bisa dikontak. Padahal, ungkapnya sangat membutuhkan layanan tersebut dan relatif terjangkau.

“Aneh sekali! Kalau Pemkab Deli Serdang membuat program layanan masyarakat, namun tidak bisa dihubungi,” ungkapnya heran.

Beberapa kepala dusun yang sempat ditemui tidak bisa menjelaskan kondisi tersebut, sebab hanya menerima salinan surat resmi untuk disosialisasikan kepada warga. “Wah kami hanya menyambung lidah informasi pemerintah,” ungkap beberapa kepala dusun. E6


Comments are closed.