Koramil 01/Batang Toru Amankan Jalannya Aksi Mogok Kerja Karyawan PT SAE

EKSISNEWS.COM, Tapsel – Sejumlah prajurit Koramil 01/Batang Toru terlihat siaga, guna amankan jalannya aksi mogok kerja ratusan Karyawan atau pekerja PT SAE Group di proyek pembangunan PLTA Simarboru, pada Kamis (14/12/23) pagi.

Selain amankan situasi, kehadiran prajurit Koramil 01/Batang Toru dalam aksi mogok kerja ratusan Karyawan PT SAE Group itu, juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan yang mungkin bisa terjadi.

Danramil 01/Batang Toru, Kapten Inf H Sirait, kepada wartawan, benarkan hal tersebut. Dalam keterangannya, begitu mengetahui aksi mogok kerja Karyawan, pihaknya langsung menerjunkan personil ke lokasi.

“Kami datang ke lokasi aksi mogok kerja yakni, di Gerbang R17 PLTA Simarboru, Desa Marancar Godang, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), guna menjaga keamanan,” jelas Danramil.

Sebagai informasi, dari hasil penelusuran wartawan di lokasi, aksi mogok kerja ini terjadi akibat sistem penghitungan gaji Karyawan yang tak jelas. Sebab, ada dugaan pemotongan gaji Karyawan sembarangan oleh PT SAE Group.

Kuat dugaan, PT SAE Group mewajibkan 4 hari libur per bulan untuk Karyawan. Tapi, kuat dugaan perusahaan tidak tentukan harinya hari apa. Dan juga, kuat dugaan terjadi pemotongan gaji pada hari Minggu atau tanggal merah.

Kemudian, menurut Karyawan di lokasi, minimnya pengadaan APD (Alat Pengaman Diri-red) Karyawan. Di mana, Karyawan harusnya memiliki APD ini untuk keamanan dan keselamatan mereka.

Karyawan menilai PT SAE Group sewenang-wenang dalam memutuskan hubungan kerja dengan rekanan. Padahal, menurut Karyawan, sudah ada perjanjian kontrak.

Menurut Karyawan lagi, adanya seseorang inisial, ” D”, warga Kota Padangsidimpuan yang memegang kendali secara tak langsung di PT SAE Group.

Bahkan, Karyawan meminta Kementerian terkait, agar memperhatikan nasib para Karyawan perusahaan di proyek pembangunan PLTA Simarboru, Kabupaten Tapsel.

Karyawan, juga memohon Pimpinan PT NSHE (North Sumatera Hydro Enegy) dan Sinohydro untuk mengganti Pimpinan PT SAE Group. Karena menurut Karyawan, sudah sewenang-wenang melakukan yang tidak wajar ke mereka.(ENC- P.Hsb)

Comments are closed.