Silaturahmi ke Masjid Al-Ikhlas, Musa Rajeckshah Ajak Umat Islam Makmurkan Masjid

EKSISNEWS.COM, Percut Sei Tuan – Anggota DPR RI DR H Musa Rajeckshah mengajak seluruh umat Islam senantiasa mendatangi masjid sekaligus memakmurkan masjid. Umat Islam harus mendukung keberadaan masjid dan tidak boleh memindahkan masjid.

“Di bulan suci Ramadhan ini, tak banyak orang yang jauh-jauh datang ke masjid. Marilah kita datang ke masjid, memakmurkan Rumah Allah dan mendukung keberadaan Masjid Al Ikhlas dari upaya pemindahan atau pembongkaran,” ujar Musa Rajeckshah saat bersilaturahmi ke Masjid Al Ikhlas eks Komplek Veteran Desa Medan Estate Kecamatan Percut Seituan, pada Jumat (6/3/2026).

Silaturahmi anggota DPR RI Musa Rajeckshah yang diawali dengan Shalat Jumat berjamaah itu juga dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan Dr H Hasan Matsum, tokoh Agama Islam Medan Utara H Irfan Hamidi, anggota DPRD Deliserdang Junaidi, Wakil Ketua DPRD Deliserdang Hamdani serta Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara Irwansyah dan Ketua BKM Masjid Nurul Hidayah Komplek MMTC Ibrahim Sinambela.

Saat bersilaturahmi, Musa Rajeckshah disambut oleh Ketua Aliansi Penyelamat Masjid Al Ikhlas (APMAL) drg Sahbana, Ketua Kenaziran Masjid Al Ikhlas Abdul Latif Balatif SE, Ketua BKM Masjid Al Ikhlas Ustadz Nursarianto serta sejumlah jamaah Masjid Al Ikhlas

Musa Rajeckshah menambahkan, masjid adalah wakaf dari umat Islam sehingga masjid adalah wakaf yang tidak bisa dipindahkan begitu saja.

“Wakaf tak bisa berpindah begitu saja, kecuali untuk kepentingan umum. Secara hukum Allah, wakaf atau tanah wakaf tak bisa dikurangi. Oleh sebab itu, kita harus mempertahankan Masjid Al Ikhlas. Mari sama-sama kita berjuang, bagaimana caranya Rumah Allah ini tetap ada di sini,” sebut Musa Rajeckshah yang akrab disapa Ijeck ini.

Terkait mempertahankan atau mendirikan masjid, Ijeck selalu teringat akan pesan almarhum orangtuanya H Anif.

“Kalau untuk agama, jangan takut untuk berkorban dan tak usah mikirkan dunia. Hidup di dunia ini sebagai bekal di akhirat,” tutur Ijeck menirukan pesan almarhum ayahnya.

Ijeck juga mencontohkan keberadaan salah satu masjid di Singapura, meski pun jamaah nya sedikit dan di sebelah masjid terdapat bangunan apartemen namun masjid tersebut tetap dijaga keberadaannya
“Bukan alasan tidak ada jamaah maka masjidnya dibongkar namun ini merupakan tanggungjawab kita bersama untuk mempertahankan masjid dari upaya pemindahan atau pembongkaran. Kita yang hadir di masjid ini untuk memakmurkan masjid. Dalam perjuangan ini, marilah kita sama-sama berkorban,” tutur Ijeck.

Sementara itu, Ketua Aliansi Penyelamatan Masjid Al Ikhlas (APMAL) drg Sahbana melaporkan, meskipun masjid tinggal sendirian bukan berarti masjid ini harus dirubuhkan karena masjid ini adalah wakaf dan wajib dipertahankan.

“Ini persoalan wakaf dan marwah kita sebagai umat Islam untuk mempertahankan Masjid Al Ikhlas dari upaya pemindahan atau perubuhan. Masjid ini adalah wakaf dan pemindahan masjid pun harus sesuai dengan prosedur, bukan karena ada pembangunan perumahan elite maka masjid harus dipindahkan. Tegasnya, Masjid Al Ikhlas adalah wakaf dan tak bisa dipindahkan hanya demi kepentingan bisnis pihak pengembang,” tegas Sahbana, aktivis Ormas Islam ini.

Sementara itu, anggota DPRD Deliserdang Junaidi juga mendukung keberadaan Masjid Al Ikhlas dari upaya pemindahan.

“Saya tetap mendukung keberadaan Masjid Al Ikhlas dari upaya pemindahan,” sebut Junaidi yang juga Ketua DPD Pemuda Pancasila Kabupaten Deliserdang.

Silaturahmi Musa Rajeckshah di Masjid Al Ikhlas diakhiri dialog dengan para pengurus BKM Masjid Al Ikhlas dan melihat kondisi masjid dan bangunan madrasah yang berada di areal Masjid Al ikhlas. (ENC-Fkr)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.