30 Hari Mengubah Desa: TMMD 128 Dikebut, Pasar Rawa Dipacu Berlari

EKSISNEWS.COM, Langkat – Pagi di Desa Pasar Rawa tak lagi sama. Bukan suara ayam atau obrolan warung yang dominan, melainkan deru excavator yang menggigit tanah tanpa jeda. Di sini, waktu seperti dipercepat. Hanya 30 hari dan sebuah desa diminta berubah.

Program TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat datang dengan gaya khasnya: cepat, padat, serentak. Sekitar 50 prajurit TNI, lima personel pemerintah daerah, dan 50 warga dikerahkan. Alat berat diturunkan. Target dipasang. Tidak ada ruang untuk lambat.

Di garis depan, jalan sepanjang 1,5 kilometer dibuka dan diperlebar menjadi 4 meter. Jalur yang dulu sempit dan menyulitkan kini dipaksa menjadi akses utama yang menghubungkan Dusun I, II, dan III. Bagi warga, ini bukan sekadar proyek—ini soal mobilitas, soal ekonomi, soal masa depan.

Parit sepanjang 1,5 kilometer ikut dibersihkan. Masalah lama—air tergenang, aliran tersumbat—dicoba diselesaikan sekaligus. Di titik lain, rangka jembatan 6 x 4 meter mulai terbentuk, menjahit kembali akses yang sebelumnya terputus.

Lalu ada rumah-rumah yang disentuh. Dinding lama dibongkar, atap diganti. Nama-nama seperti Rida Wahyuni Rao, Miswandi, Irwansyah, hingga Juraida kini bukan sekadar daftar penerima bantuan—mereka jadi wajah dari perubahan yang sedang berlangsung.

 

Negara hadir dengan cara yang kasat mata.

 

Sumur bor dibangun di beberapa titik. MCK didirikan. Gorong-gorong dipasang. Pos kamling dibentuk. Bahkan platdecker disiapkan di tiga titik untuk memastikan akses tidak lagi jadi hambatan.Semua bergerak dalam satu ritme: cepat, serempak, terukur.

Namun,seperti semua proyek pembangunan, cerita sesungguhnya tidak berhenti di sini.Di luar pekerjaan fisik, TMMD membawa paket penyuluhan: bela negara, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, kesehatan, hingga perikanan dan peternakan. Ada juga program ketahanan pangan seluas satu hektare serta pembagian 100 paket makanan tambahan untuk stunting.

Lengkap. Sistematis. Terencana.

Tapi desa bukan sekadar angka capaian. Ia hidup dari kebiasaan. Dari cara warga merawat jalan yang baru dibuka, dari kesadaran menjaga fasilitas yang dibangun, dari apakah penyuluhan benar-benar mengubah cara berpikir.

#Di situlah pertaruhannya.#

TMMD 128 akan selesai. Itu pasti. Alat berat akan berhenti. Prajurit akan kembali. Dokumentasi akan disusun rapi.

Namun di Desa Pasar Rawa, satu pertanyaan akan tinggal lebih lama dari proyek itu sendiri: apakah perubahan ini akan benar-benar menetap, atau hanya singgah selama 30 hari?

Jawabannya tidak ada di laporan. Ia ada di hari-hari setelah semuanya usai.(ENC-1)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.