Ajak Kadis PU Medan Study ‘Pompanisasi’ di Jakarta, Anggota DPRD dari PSI Coba Halangi
EKSISNEWS.COM, Medan – Upaya Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak mengajak Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Topan Ginting untuk study banding ke DKI Jakarta terkait pompanisasi dalam penanganan banjir didaerahnya.
Namun, seketika itu juga, anggota DPRD Kota Medan Renville Napitupulu dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkesan menghalangi rencana baik tersebut.
“Bahaya, mereka salah kalau penanganannya,” celetuk Renville saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kota Medan dengan Dinas PU, Senin (24/1/2022) di ruang rapat Komisi IV DPRD Medan.
Namun, tidak kalah argumen, Paul dari Fraksi PDIP DPRD Medan menjawab enteng penggunaan mesin pompa dalam penanganan banjir didaerahnya itu lebih dulu dilakukan DKI Jakarta.
“Mesin pompa mereka lebih duluan,” ujarnya.
“Tapi kalau yang masuk ke tanah, lain lagi itu,” tandasnya menyinggung ucapan Renville yang mewakili Fraksi PPP Hanura dan PSI DPRD Medan itu.
Pompanisasi di Jakarta tersebut terang politisi PDIP ini, minimal mempercepat penguraian air pada saat hujan deras.”Jadi, kalau dibilang tidak banjir, pompa nya itu minimal cepat urai air, dia berfungsi sewaktu hujan lebat,” paparnya.
Dan, diakui Paul, Komisi IV bersama Pemko Medan pernah menganggarkan pompanisasi itu hingga mencapai Rp1,2 dan Rp1,3 miliar untuk 3 (tiga) unit mesin pompa diluar kebutuhan tanah.
“Maka, saya kira kita coba ke Jakarta, studi banding, gimana pompanisasi disana,” ujarnya.
Menanggapi hak tersebut, Kepala Dinas PU Kota Medan, Topan Ginting menegaskan akan segera membentuk tim, khususnya untuk penanganan banjir di Letda Sujono (dekat Tol).
“Saya juga sudah monitor kesana, ini atensi Bapak Walikota juga bahwa disana kami lihat ada cekungan dari sisi timur juga kesana sisi barat juga kesana cekungannya. Sehingga solusi satu-satunya dilakukan pompanisasi, karena kalau kita belokan pun drainase kedaerah lain jadi aliran lokal juga tetap mengalir kesana,” terangnya.
Topan menerangkan terkait permasalahan pompanisasi tersebut bila diberikan pompa mobile, maka ini juga harus ada pihak atau orang yang standby disana.
“Kalau kita belikan pompa statis takutnya nanti hilang, karena kita harus buat rumah pompa disana nantinya, akan kita coba cari solusinya,” jelasnya kembali.
Sementara, anggota Komisi IV DPRD Medan, Edwin Nasution mengatakan mengenai permasalahan pompanisasi terkandala, menurutnya ada beberapa alternatif dilakukan.
“Mulai dari Jalan Rajawali, Jalan Pukat Banting I, itu coba kita alirkan pembuatan kearah Jalan Wahidin, ke sungai sulang saling itu salah satu, sehingga mengurai debit air yang mengalir ke arah Jalan Ampera,” ujarnya.
Bagaimana bila, tambahnya, Kelurahan Tembung yang masih berbatasan dengan sungai denai,”Saya pikir itu juga solusi,” sebutnya.
Karena agar cekungan itu, ungkapnya lagi, supaya tidak seluruhnya menumpuk ke bawah jalan tol.”Mungkin juga Kelurahan Tembung itu langsung buang ke sungai denai, ini solusi coba pertimbangkan,” tutupnya.(ENC-2)
Comments are closed.