oleh

Angka Kasus Covid-19 di Sumut Turun, Namun Ada Catatan dari Menko Perekonomian

EKSISNEWS.COM, Medan – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dinilai berhasil menurunkan angka kasus Covid-19 termasuk juga di Kota Medan, sehingga mendapat apresiasi dari  Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Namun, pada kesempatan itu Airlangga tetap memberi catatan kepada Pemprov Sumut terkait pendataan dari Covid-19 tersebut.

Kasus Covid-19 aktif di Sumatera Utara (Sumut), sebut Airlangga, sebanyak 15.685 kasus. Namun meskipun masih tinggi, kasus Covid-19 aktif di Sumut sudah menunjukkan penurunan sebesar 38%. “Kita apresiasi atas kinerja Pemerintah Provinsi Sumut dan Forkopimda atas penurunan kasus termasuk juga di Kota Medan,” ucap Airlangga Kamis (9/9/2021), di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan.

Airlangga juga memberikan catatan pada Pemprovsu terkait kendala update data Covid-19 di beberapa daerah yang masih terkendala dan untuk segera diperbaiki. Tingkat vaksinasinya juga masih perlu terus ditingkatkan. “Untuk itu konsolidasi menjadi penting karena pemerintah selalu mengklaim data WHO angka yang tinggi,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memaparkan perkembangan dan penanganan Covid-19 serta kondisi perekonomian di Sumut. Dijelaskannya, kondisi di Sumut update pertanggal 4 September 2021, Kasus aktif menurun dari 23,57% menjadi 19,51%. Terjadinya penurunan kasus positif kumulatif mingguan di Kota Medan dan Kota Pematangsiantar.

“Tingkat kematian masih tinggi, dimana angka kematian 2,47%. Rata-rata jumlah spesimen diperiksa perhari sebesar 10.874 spesimen. Tingkat keterisian Rumah Sakit cenderung menurun (BOR 29,61%) di bawah ambang maksimal WHO yakni 60%,” ucap Edy Rahmayadi.

Untuk target vaksinasi sendiri di Sumut sebanyak 11.419.559 orang, telah direalisasikan untuk Dosis I yakni 2,6 juta orang (23%), Dosis II 1,6 juta (14%) dan Dosis III sebanyak 24.715 (34,78%).

Mengenai pertumbuhan ekonomi semester I Tahun 2021 tumbuh 49,5% dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari Ekspor (18%) Produksi Pertanian dan Perkebunan 4,9%. Dengan meningkatnya harga komoditas. Dari sisi Pengeluaran, Pertumbuhan Ekonomi berasal dari kontribusi Konsumsi Rumah Tangga meningkat 5,14% (salah satunya diakibatkan meningkatnya daya beli masyarakat yang di topang dari Bantuan Sosial Tunai dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional).

Sampai 31 Agustus 2021, realisasi PEN di Sumut mencapai Rp176 triliun atau 5,75% dari total anggaran PEN Rp347 triliun. Konsumsi Pemerintah juga ikut mendorong Pertumbuhan Ekonomi, sampai Semester I 2021, realisasi APBD Sumatera Utara sebesar 53,48% tertinggi ketiga realisasi secara nasional.

Inflasi tercatat 2,24% masih pada sasaran target inflasi 3% ± 1% dengan berbagai program pengendalian inflasi untuk memastikan Ketersediaan dan Keterjangkauan dengan memperkuat produksi, pengendalian rantai pasok, dan penguatan kelembagaan.(ENC-2)

Komentar

Baca Juga