oleh

Diduga Dianiaya, Tahanan Polrestabes Medan Tewas

-HUKRIM-42 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Seorang tahanan Polrestabes Medan meninggal dunia dengan tidak wajar, Selasa (23/11/2021) sekitar jam 03.00 Wib di RS Bhayangkara.

Warga komplek Setia Budi Medan itu, diamankan polisi pada 11 November 2021 dan resmi ditahan pada 12 November 2021 karena tersandung dugaan perbuatan asusila.

“Ia benar diduga dianiaya,” ujar Sumantri SH, pendamping hukum Hermansyah (adik korban), Rabu (24/11/2021).

Dugaan itu, lanjut Sumantri, dikuatkan dengan didapatinya luka pada pelipis mata, mata kiri lebam, punggung lebam, kaki kiri diduga patah dan ada luka bakar bekas sulutan api rokok.

“Kasus ini harus diproses secara hukum, sebab saat korban dibawa untuk ditahan dalam kondis sehat. Namun tiba-tiba keluarga mendapat kabar sudah dirawat di RS Bhayangkara dan akhirnya meninggal dunia. Dengan kondisi itu, tentunya kami melakukan langkah hukum dengan melakukan autopsi,” jelas Sumantri.

Kata Sumantri, pihak keluarga tentunya meminta keadilan dari berbagai pihak terkait. Kuat dugaan ada oknum yang melakukan penganiayaan terhadap korban bersama dengan napi yang ada didalam sel tahanan.

Ia pun menerangkan bahwa dalam kasus kematian korban juga terlibat Juru Periksa (Juper) bernama Bripda Sutrisno Butarbutar. Bahkan kepala kamar sempat meminta uang sebanyak Rp 500 ribu sebagai uang makan.

“Malamnya ia minta uang pulsa Rp 250 ribu. Paginya dia minta Rp5 juta, saya keberatan. Lantas kepala kamar, yang tidak diketahui namanya, mengatakan bahwa uang itu gunanya untuk uang keamanan,” ujar Hermansyah, abang kandung korban.

Masih menurut Hermansyah, dirinya lantas mempertanyakan kenapa ada uang keamanan di dalam sel. Sebab menurutnya, abangnya itu masih dalam proses penyidikan dan seharusnya menjadi tanggung jawab polisi untuk memberi rasa aman.

Lalu Hermansyah, mengaku diintimidasi jika tidak mengirim uang, abangnya akan disiksa. Terkait dengan kasus yang menimpa abangnya, dijelaskan ia menerima surat penangkapan 12 November 2021 terkait dugaan pelecehan seksual di bawah umur.

Diterangkannya, jika saat bertemu dengan pihak pelapor sebelumnya sudah ada pembicaraan untuk berdamai dan mencabut laporan. Namun pelapor sempat mengatakan ada tekanan dari pihak penyidik.

Sementara ketika ditanyai sama pelapor berapa uang untuk perdamaiannya, disitu pelapor mengatakan senilai Rp 5 juta dan pihak keluarga Hermansyah pun menyetujuinya. Sehingga hasil kesepakatan itu pun lalu disampaikan kepada penyidik.

“Penyidik mengatakan kenapa hanya Rp5 Juta, ini kan kasus besar. Lalu saya katakan bahwa pelapor yang minta segitu. Kemudian penyidik bilang samakan saja dengan pelapor. Artinya Rp 10 juta yang harus saya bayarkan,” bebernya.

Mendengar itu, Hermansyah pun kemudian mengusahakan uang tersebut dan sekitar satu jam, Hermansyah kembali. Namun disitu penyidik mengatakan agar saya datang kembali esok hari dikarenakan pelapor telah pulang.

Hermansyah mengatakan ia pun akhirnya tidak jadi menyerahkan uang tersebut. Karena penyidik tidak bisa sembarangan untu mencabut perkara.

Atas peristiwa kematian tahanan tersebut, Pejabat Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Firdaus, membeberkan para pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap Hendra.

“Ada 6 orang pelaku merupakan tahanan yang melakukan penganiayaan terhadap korban,” kata Firdaus kepada wartawan Kamis (25/11/2021).

Pelaku disebut berinisial, TR (35), WS (20), J (25), NP (21), HS (45), HM (44). Menurut Kompol Firdaus para pelaku tersebut yang meminta uang terhadap keluarga korban. “Sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut,” katanya. (ENC-Fr)

Komentar

Baca Juga