oleh

Diduga Tipu Proyek PSDA, Tiga Terdakwa Ini Diadili di PN Medan

-HUKRIM-18 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Tiga terdakwa yakni Dewi Agusmini, Zulian Efendi dan Heri Utomo diadili secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Medan Rabu (5/5/2021). Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Tengku Oyong  tersebut beragendakan mendengarkan keterangan dari para saksi korban yakni Erwin Ramlan Lubis dan Darman Muda Tua Hasibuan dan H Ismail.

Dihadapan Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sani Sianturi di ruang Cakra 8 PN Medan saksi Erwin mengatakan kalau dirinya tidak pernah mengenal terdakwa Dewi sebelumnya dan tahunya setelah terdakwa Dewi ditahan. Selain itu saksi juga mengungkapkan bahwa surat perdamaian dengan jaminan surat tanah tersebut untuk jaminan dan bukanlah untuk dijual.

Sementara saksi Ismail menuturkan bahwa dirinya dan kawan-kawan kurang lebih 12 kali berulang ke Medan.”Ada kurang lebih 12 kali kami berulangkali ke Medan Pak Hakim,” kata saksi.

Sebelum meninggalkan ruang sidang, saksi Erwin mengatakan kepada Majelis Hakim sampai saat ini pihaknya masih bersedia untuk berdamai. Setelah diluar persidangan Erwin menjelaskan kepada wartawan bahwa hingga saat ini belum ada sedikitpun uang mereka dikembalikan oleh para terdakwa.

“Gak ada itikad baik mereka,” ucap Erwin.

Mengutip dakwaan JPU bahwa berawal pada tahun 2020 terdakwa menemui saksi Zulian Effendi dan mengatakan “bang ini ada proyek PSDA tahun 2020 kalau abang kerjakan ini kita bisa kerja sama”, lalu terdakwa menunjukkan data Proyek PSDA tahun 2020 yang ada di Tapanuli Bagian Selatan tersebut kepada terdakwa. Kemudian terdakwa menawarkan untuk bekerja sama dengan Zulian untuk mendapatkan proyek PSDA tahun 2020 tersebut dengan cara terdakwa melobi pihak  PSDA.

Selanjutnya Zulian menghubungi saksi Ir. Heri Utomo untuk mengatakan bahwa ada proyek dari terdakwa. Selanjutnya tanggal 31 Januari 2020, saksi korban Erwin Ramlan Lubis dan saksi korban Darman Muda Tua Hasibuan mengadakan pertemuan dengan Ir Heri Utomo di Ringroad KR 59 Medan. Dimana saat pertemuan tersebut, Heri Utomo memperkenalkan saksi korban dengan Julian Efendi. Lalu Julian Efendi memperlihatkan daftar proyek PSDA di Kab. Padang Lawas antara lain Proyek Sigorbus dan Sosa dengan jumlah nilai pagunya sebesar Rp 4,3 M yang ditawarkan oleh terdakwa.

Jika mau proyek tersebut Julian mengatakan, maka saksi korban Erwin Ramlan Lubis dan saksi korban Darman Muda Tua Hasibuan harus mengikuti aturan main dipotong 17 persen dari pagu dengan catatan mengamankan LSM dan wartawan, dimana dana yang 17 % (tujuh belas) persen tersebut harus didahulukan 6 persen. Oleh karena saksi korban Erwin dan Darman yakin dan percaya dengan perkataan Heri Utomo dan Julian, maka saksi korban Erwin dan Darman menyerahkan uang kepada Ir Heri Utomo dan Julian secara bertahap dengan cara tunai dan transfer.

Bahwa ternyata, uang sebesar Rp 620 juta yang telah diserahkan oleh Julian kepada terdakwa untuk meloby proyek  PSDA tahun 2020 tersebut, tidak digunakan terdakwa untuk meloby proyek PSDA tahun 2020, melainkan digunakan untuk keperluan pribadi terdakwa sendiri.

Bahwa terdakwa dan Julian tidak memiliki perusahaan dan tidak memiliki wewenang atas proyek PSDA tersebut dan sehingga  proyek PSDA tersebut tidak pernah diberikan kepada saksi korban Erwin, Darman, Syaiful Ansor Siregar dan saksi korban H. Ismail Siregar.

Dan proyek tersebut sudah diambil orang lain, sedangkan uang milik Erwin, Darman, Syaiful dan H Ismail juga tidak dikembalikan oleh terdakwa dan Julian hingga saat ini. Sehingga akibat perbuatan terdakwa bersama dengan Julian tersebut, para korban merasa dirugikan dan mengalami kerugian sebesar Rp. 698 juta.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.(EN-NZ)

Komentar

Baca Juga