oleh

Divonis 13 Tahun Penjara, Tiga Terdakwa Ini Tetap Minta Bebas

-HUKRIM-27 views

MEDAN, Eksisnews.com  – Tiga terdakwa yakni Ahmad Rinaldi (29) warga Jalan Cendrawasih Gang Merpati, Kota Tanjung Balai, Sudiro alias Lelek (49) warga Jalan Dusun Rawo Tunggal Desa, Kecamatan Batanghari, Kabupaten  Lampung Timur dan Sarifuddin alias Aseng (40) warga Jalan Sei Buluh, Kota Tanjung Balai, tetap meminta bebas seusai divonis 13 tahun penjara oleh Majelis Hakim yang diketuai Abdul Kadir, SH, MH, Kamis (13/02/2020).

Menurut ketiga terdakwa sabu seberat  7.159 gram itu bukan milik mereka melainkan milik Yahya. 

“Kami dibawa ke Perumahan Setia Budi Estate, kami gak tahu kalau kami ditangkap. Itu bukan punya kami. Kami minta bebaslah bang,” pinta ketiga terdakwa. 

Sebelumnya di persidangan yang tak didampingi oleh penasehat hukum dari ketiga terdakwa tersebut, Ketua Majelis Hakim Abdul Kadir menilai ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan hukuman kepada ketiga terdakwa, Ahmad Rinaldi, Sudiro alias Lelek dan Sarifuddin alias Aseng dengan hukuman masing-masing 13 tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan dengan hukuman 3 bulan penjara,” ucap majelis hakim Abdul Kadir di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan.

Dalam nota putusan, majelis hakim mengatakan hal yang memberangkatkan ketiga terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam hal memberantas peredaran narkoba.

“Sedangkan hal yang meringankan ketiga terdakwa bersikap sopan selama di persidangan, masih memiliki tanggungan keluarga, dan belum pernah di hukum,” ucap hakim Abdul Kadir.

Menanggapi putusan tersebut majelis hakim memberikan waktu sepekan kepada ketiga terdakwa serta JPU apakah menerima atau mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. 

Putusan majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan JPU Ninik Khairani SH yang sebelumnya menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman 17 tahun penjara dan denda Rp1 miliar Subsider 6 bulan penjara.

Sementara itu mengutip dakwaan JPU Ninik Khairani SH kasus bermula, Selasa 9 Juli 2019 sekira pukul 14.00 WIB, terdakwa Ahmad diajak Yahya Pulungan (DPO) berangkat bersama-sama menuju tengah laut Tanjung Balai menggunakan kapal boat untuk menjemput sabu-sabu.

Setelah sampai di tujuan tepatnya di tengah laut, terdakwa Ahmad dan Yahya (DPO) bertemu dengan orang akan menyerahkan sabu-sabu. Lalu terdakwa Ahmad dan Yahya menerima goni yang berisikan sabu-sabu sebanyak 8 bungkus.

“Selanjutnya, usai menerima sabu, terdakwa Ahmad dan Yahya  kembali menuju Kuala Bagandan sesampainya di Kuala Bagan terdakwa Sudiro datang menjemput sabu tersebut,” kata JPU Ninik.

Empat hari kemudian, petugas kepolisian Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi dari masyarakat yang layak dipercaya bahwa terdakwa Ahmad bersama dengan Yahya (DPO) telah menerima sabu-sabu dari tengah Laut Tanjung Balai.

“Atas informasi itu, petugas langsung mendatangi terdakwa di Jalan S Parman, Kota Tanjung Balai dan berhasil melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan mengaku bahwa sabu-sabu yang telah terdakwa Ahmad ambil bersama dengan Yahya (DPO) telah diserahkan kepada terdakwa Sudiro dan sebagian lagi sudah diserahkan kepada terdakwa Sarifuddin,” ucap JPU Ninik.

Lanjut dikatakan JPU, Setelah menangkap terdakwa Ahmad, petugas mencari keberadaan terdakwa Sarifuddin dan berhasil melakukan penangkapan di Simpang Kawat Tanjung Balai dan terdakwa Sarifuddin mengakui bahwa sabu-sabu yang telah diterimanya untuk diantarkan tersebut telah dikembalikan atau diserahkan kembali kepada terdakwa Sudiro dikarenakan sabu sebanyak 3 bungkus tersebut kualitasnya tidak bagus.

“Mengetahui hal tersebut, lalu petugas melakukan pengejaran dan pencarian terhadap terdakwa Sudiro dan berhasil melakukan penangkapan di jalan Lintas Sumatera Kecamatan Air Batu, Kabupaten Tanjung Balai,” kata JPU.

Setelah itu, petugas menginterogasi terdakwa Sudiro dan memberikan tahu bahwa sabu-sh

abu tersebut disimpan dan sebagian di tanam di depan rumah Yahya (DPO).

Selanjutnya petugas bersama terdakwa Sudiro berangkat ke rumah Yahya (DPO) di Jalan Rel Kereta Api, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.

“Saat tiba di lokasi yang dimaksud, petugas barang bukti 1 buah tas warna hitam yang didalamnya terdapat 5 bungkus plastic teh bertuliskan china yang berisikan sabu dan 3 bungkus aluminium foil yang berisikan sabu-sabu dengan berat keseluruhan seberat 7.159 gram,” kata JPU Ninik.

Kemudian petugas kepolisian membawa para terdakwa ke kantor Ditresnarkoba Polda Sumut dan melakukan penyitaan terhadap barang bukti tersebut. (ENC-NZ)

Komentar

Baca Juga