oleh

Hakim Tipikor PN Medan Vonis  Mantan Kabid Disdik Tebing Tinggi

-HUKRIM-7 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Majelis Hakim yang diketuai Jarihat Simarmata, menjatuhkan hukuman terhadap mantan Kabid Disdik Kota Tebing Tinggi, Efni Efridah selama 7 Tahun Penjara saat di persidangan yang digelar di ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (2/8/2021).

Selain itu Majelis Hakim juga menghukum terdakwa Efni Efridah untuk membayar denda sebesar Rp200 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka akan digantikan dengan 6 bulan penjara. Dan terdakwa Efni Efrida diperintahkan membayar uang pengganti Rp392 juta subsider 3 tahun penjara.

Terdakwa Efni Efrida dinyatakan bersalah dalam pengadaan buku pada tahun 2020, sekitar Rp2,3 miliar.

Tak hanya itu, Majelis Hakim juga menghukum Mantan PPTK Disdik Tebing Tinggi, Masdalena Pohan selama 4 Tahun dan 6 bulan Penjara dan membayar denda Rp200 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Setelah mendengar putusan dari Majelis Hakim kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya penuntut umum Kejari Tebing Tinggi menuntut 8 Tahun Penjara denda Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan. Sedangkan Masdalena dituntut selama 5 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Sementara untuk Kadisdik Tebing Tinggi, H Pardamean Siregar dituntut selama 7 Tahun penjara denda Rp200juta subsidair 6 bulan kurungan untuk uang pengganti telah dibayarkan Rp1,6 milyar lebih.

Sementara itu, saat Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata yang menyidangkan perkara tersebut menyatakan bahwa untuk Pardamean memang sakit jadi tidak dilakukan penahanan.

“Kalau itu sudah lama, jadi dia sakit tak ditahanlah,” ujarnya.

Dalam dakwaan sebelumnya , disebutkan bahwa  pelaksanaan pengadaan buku panduan pendidik di Disdik Kota Tebingtinggi ditemukan sejumlah kejanggalan. Di antaranya dengan cara Penunjukan Langsung (PL) pekerjaan kepada 10 rekanan.

Yakni CV Bina Mitra Sejagat, CV Dita  Perdana Abadi, CV Makmur Bersama, CV  Nandemo Aru, CV Tri Putra, CV Raja Mandiri, CV Samba, CV Sinergi, CV Tiga Putra Jaya serta CV Viktory.

Hasil penghitungan tim audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumut, kerugian keuangan negara mencapai Rp2,3 miliar. Buku yang sempat di antar ke beberapa sekolah SD dan SMP kemudian disita kejaksaan sebagai barang bukti (BB).(ENC-NZ)

Komentar

Baca Juga