oleh

Issu Pemusnahan Babi, Edy Rahmayadi Pertegas Didepan KKDBI, Kapolda, Kajatisu dan Ketua DPRD

-SUMUT-13 views

MEDAN, Eksisnews.com –   Terkait berkembangnya issu pemusnahan ternak babi dalam jumlah besar, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi memberi penegasan didepan Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia (KKDBI) dan Kapolda Sumut   Irjen Pol Martuani Sormin  serta Kajatisu DR Amir Yanto SH MM MH juga Ketua DPRD-SU Baskami Ginting.

Dikatakan Edy Rahmayadi, diruang Banggar Kantor DPRD-SU Jalan Imam Bonjol  Medan Kamis (13/2/2020),  agar masyarakat Sumatera Utara tetap berpikir, bersikap dan bertindak yang baik. Langsung kepokok persolan. Gubsu mengatakan bahwa babi adalah ciptaan Tuhan sehingga tidak ada satu orangpun yang bisa mengganggu, merusak dan memusnahkan mahluk Tuhan didunia ini.

Secara rinci Gubsu memaparkan kronologis, dimana pada tanggal 25 September 2019 banyak ternak babi yang mati dan bangkainya dibuang disungai dan dijalan. Terkait ini Gubsu beserta jajarannya melaksanakan rapat untuk mencari tahu penyebab banyaknya ternak babi yang mati mendadak. Ada sebanyak 29 ribu, babi mati pada saat itu yang kemudian dilaporkan kepada Kementrian Pertanain dan Peternakan.

Menindaklanjuti hal ini, Komisi IV DPR RI datang ke Sumatera Utara yang langsung ketemu dengan Gubsu untuk membicarakan tentang berbagai solusi penanganan wabah. Tugas  Gubsu,  dikarenakan menurutnya sudah tidak lazim babi bisa mati  mendadak  begitu banyak sehingga Gubsu mengeluarkan perintah untuk melarang membuang bangkai babi kesembarang tempat. Kemudian Gubsu membentuk Tim dan menyiapkan ekskapator dan lahan untuk menanam bangkai babi.

Gubsu juga mengintruksikan agar babi-babi yang sakit dilarang keluar dari tempat-tempat pemeliharaan untuk mencegah babi keluar dari Sumut dengan tujuan agar wabah tidak menjangkit kedaerah-daerah luar.

Oleh Tim Ahli yang dikirim akhirnya kemudian diketahui ternyata babi tersebut bukan terkena colera tetapi  ASF yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Hanya perlu diketahui kalau wabah ini tidak memular kebinatang lain dan ke manusia sehingga babi tersebut tidak perlu dimusnahkan.

“Hanya sangat mengherankan setelah pembahasan (dengan  Komisi IV)  kemudian muncul lagi ada issu tentang adanya lokalisasi kepulau Nias. ini issu dari mana lagi?. Saya tidak pernah mengatakan itu.” tegaskan Gubsu.

Sebelumnya terdata sudah 46 ribu babi yang mati dan kemarin didaerah Tebing Tingga ada juga lagi babi yang mati, sehingga menambah jumlah babi yang mati mencapai 48 ribu. Setelah ini muncul lagi issu kalau babi yang mati akan diganti. Menurut Undang-Undang tidak ada pergantian terhadap ternak apapun itu yang mati terkecuali terjadi musibah Nasional.

Gubsu mengajak semua pihak untuk memberikn masukan kepadanya  bahwa ini merupakan musibah untuk itu berikan masukan bagaimana mencarikan solusi yang tepat dan benar dalam menangani musisbah ini. Gubsu kembali mengulangi bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang adanya pemusnahan terhadap ternak babi.Gubsu berpesan jangan ada lagi orang yang mencari panggung dan  jangan ganggu rakyat Sumatera Utara namun bantulah rakyat mendapatkan solusi  bukan malah mempersulit rakyat. 

Lebih lanjut,  Murni Hubber Ketua KKDBI  didampingi oleh Sekjen Sondang dan 30 orang pengusaha lainnya  menyampaikan terimakasih Kepada Ketua DPRD-SU Baskami Ginting yang telah memfasilitasi pertemuan tesebut, sehingga mereka mendapatkan penjelasan dari Gubsu sehubungan dengan penyakit, isolasi, restocking, isolasi  dan penyebab matinya ternak babi secara mendadak.

Sedangkan, Kapoldasu Irjen Martua Sormin menambahkan, sejak datang dan baru bertugas di Sumut, hal itu  sudah menjadi focus diskusi. dan yang sesungguhnya yang disebut akan dimusnahkan adalah yang terpapar virus. Namun ketika ada multi tafsir inilah yang membuat kestabilan di Sumut terganggu. Kapolda menghimbau warga Sumut jangan mau diadu domba dengan issu yang tidak benar dan Stop issu babi.

“Apakah dengan  teriak-teriak di jalan akan dapat menyelesaikan masalah. Kalau ada saran mari kita bicara. Kadang hanya bisa bicara dibelakang ketika ditanya apa syarannya malah diam. Mudah-mudahan tidak ada lagi issu-issu seperti ini. Kepada seluruh media, stop issu ini ini bukan isu  menyejukkan  tetapi issu yang telah  memecah pluralisme kita yang mengakibatkan adanya Pro dan kontra,” Ungkap Kapoldasu.

Sementara hal senada juga disampaikan oleh Kejatisu Amir yang mengajak untuk memecahkan setiap persoalan rakyat dengan berkepala dingin dan bersabar mencari solusi.(ENC-2)

Komentar

Baca Juga