Jalan Desa Nagori Ujung Rusak Berkubang
SIMALUNGUN, Eksisnews.com -Warga Desa Nagori Ujung, Kecamatan Silo Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengeluhkan infrastruktur jalan yang rusak parah, penuh kubangan dan sampai saat ini belum tersentuh pembangunan. Padahal jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat setempat untuk melintas menuju atau keluar dari desa tersebut.
Hanya saja dengan kondisi jalan rusak itu arus transportasi menjadi terganggu dan tidak jarang ada warga yang mengalami kecelakaan ringan karena terpeleset akibat jalanan yang licin dan berlumpur.
Alam Ginting salah seorang warga kepada Anton Siahaan Caleg DPRD-Provinsi Sumatera Utara dari Partai PKPI nomor urut 6 dapil X (Siantar-Simalungun) mengharapkan agar jalan tersebut dapat diperbaiki sehingga warga dapat menikmati hasil dari pembangunan dan kemajuan dari Negeri Indonesia ini.
Anton Siahaan kepada wartawan Kamis (7/2) dalam hal ini menanggapi sekaligus mendorong Pemkab Simalungun hendaknya menyahuti aspirasi warga, Menurut Anton yang menamatkan sekolah SMA nya di SMA RK Bintang Timur Pematang Siantar ini menegaskan bahwa sudah sepantasnya jalan rusak sepanjang lebih kurang 5 kilo-meter mulai dari Desa Masango Kecamatan Bintang Bayu menuju Desa Bandar Nagori Ujung Kecamatan Silo Kahean Kabupaten Simalungun, tidak lagi pernah ditenukan di daerah Kabupaten Simalungun. Mengingat Kabupaten Simalungun merupakan Kabupaten yang terlebih dahulu mengalami kemajuan jika dibandingkan dengan Kabupaten lain.
“Masing-masing Instansi maupun Institusi dalam persoalan ini seharusnya mengenyampingkan egosentris dan memilih duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan kerusakan jalan ini apalagi ini daerah perbatasan antara Kabupaten Sergai dengan Kabupaten Simalungun. Sebagaimana kita ketahui ada dana desa yang sudah disalurkan oleh pemerintah pusat, maka sudah sepatutnya dapat dipergunakan sebaik-baiknya dan antar Kepala Desa yang bertetangga saling bersinergy walaupun berbeda kabupaten.
Kalau itupun tidak dapat dilakukan maka sudah sepatutnya Pemprovsu untuk mengambil alih perbaikan jalan ini dengan mengucurkan anggaran perbaikan jalan menuju sentra pertanian, mengingat desa ini merupakan Desa penghasil sawit perkebunaan rakyat yang mandiri, ” ungkap Anton Siahaan dengan lugas.(ENC-1)
Comments are closed.