oleh

Korban Ini Kecewa Dengan Tuntutan JPU

-HUKRIM-15 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Saksi korban Melinda Br Simanjuntak merasa kecewa dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan, Tri Chandra yang menuntut terdakwa Rosita Meldawaty Br Simanjuntak alias Melda Br Simanjuntak hanya 6 bulan.

Kekesalan korban Melinda itu di ungkapkannya kepada wartawan Kamis (10/6/2021).”Kenapa cuma 6 bulan di tuntut?, Ada apa dengan Jaksa nya?,” ucap korban.

Menurut korban tuntutan JPU itu tak mencerminkan rasa keadilan, sebab kedua belah pihak belum ada berdamai.

“Kepala saya sudah luka kena parang nya. Terus kami kan belum ada berdamai, saya ini korban lho. Coba seandainya jaksa nya yang jadi korban apa terima dia kalau terdakwanya dituntut hanya 6 bulan?. Kenapa jaksa nya hanya menuntut 6 bulan?,” kesal korban.

Selain itu korban juga menceritakan kalau saat ini mereka masih trauma dengan kejadian yang menimpanya.

“Kami sampai saat ini masih trauma, dan kami mengungsi dari rumah. Kami takut kejadian serupa terjadi lagi. Dulu tembok kami dihancurkan, dan terakhir pohon itu mau ditebang. Nah takutnya nanti ‘nyawa’ kami pula yang di tebas. Makanya kami ngungsi di rumah saudara,” tuturnya sembari meneteskan air mata dan meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman seadil adilnya yang sesuai dengan perbuatannya.

Sebelumnya saat diluar persidangan Selasa (20/4/2021) korban dan keluarganya yang berdiri didepan pintu ruang sidang mengatakan kalau saksi yang dihadirkan dipersidangan merupakan saksi palsu.”Pak Hakim, saksi Palsu itu,” ucap korban bersama keluarganya saat Majelis Hakim keluar dari pintu ruang sidang.

Nah diluar persidangan D Tambunan suami dari korban menyebutkan kalau pihaknya akan melaporkan kedua saksi, sebab menurutnya kedua saksi tersebut merupakan saksi palsu.”Saksi yang sidang tadi saksi palsu, keterangannya mengada-ada, kita akan melaporkan kedua saksi tersebut. Saat kejadian mereka (saksi) tidak ada,” tegas St D Tambunan.

Selain itu Tambunan juga meminta agar Jaksa dan Hakim berbuat adil dalam penegakan hukum.”Permintaan saya kepada Jaksa dan Hakim agar terdakwa dihukum berat sesuai dengan perbuatannya. Soalnya sejak kejadian itu istri saya masih trauma,” harap Tambunan.

Mengutip dakwaan JPU, bahwa pada hari Kamis tanggal 13 Februari 2020 sekitar pukul 12.17 wib ketika saksi Melinda Br Simanjuntak sedang berada dirumahnya di Jalan Dame Titi Layang Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas Kota Medan, melihat terdakwa sedang menebang pohon jambu air di halaman tanah garapan milik Melinda yang terletak didepan rumah Melinda dengan menggunakan parang.

Lalu saksi Melinda mendatangi terdakwa dan mengatakan “ kenapa Kau tebang pohon jambu itu”,  dan dijawab terdakwa “ saya mau bangun tembok disini”, dan saksi Melinda berkata “ ditanah mu lah Kau bangun tembok”. Dan terjadilah pertengkaran mulut antara saksi Melinda dengan terdakwa dimana ketika itu posisi saksi Melinda berada didepan terdakwa. Dimana terdakwa mengayunkan parang yang dipegangnya degan tangan kanannya kearah kepala Melinda.

Melihat hal tersebut Melinda menangkis ayunan parang dengan mengangkat tangan kirinya keatas sehingga tangan Melinda mengenai tangan kanan terdakwa yang memegang parang. Namun ujung parang mengenai dahi kiri Melinda hingga luka dan mengeluarkan darah, dan pertengkaran tersebut di pisah oleh tetangga yang ada dilokasi kejadian.

PerbuatanterdakwadiaturdandiancamPidanadalamPasal 351 Ayat (1)  KUHPidana.(ENC-NZ)

Komentar

Baca Juga