oleh

KPU Medan Tetapkan Secara Resmi Kemenangan Bobby-Aulia 53,5 % Suara

-Politik-11 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menetapkan secara resmi mengumumkan kemenangan untuk pasangan calon (paslon) nomor urut 2 (dua) Bobby Afif Nasution – Aulia Rachman yakni dengan 53,5 % suara. Sedangkan paslon Akhyar Nasution – Salman Alfarisi dengan 46,5 % suara, Senin (15/12/2020) di Convention Hotel Santika Dyandra Medan.

“Dengan ini kami menetapkan pasangan calon Akhyar – Salman sebanyak 342.580 suara, Bobby – Aulia dengan 39.3327 suara. Ditetapkan pada hari selasa 15 Desember 2020 pukul 20.11 WIB,” kata Ketua KPU Medan, Agussyah R Damanik saat membacakan putusan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan Tahun 2020 di Santika Priemier Dyandra Medan, Senin (15/12/2020).

Dari hasil perolehan suara kedua paslon tersebut diketahui jumlah suara sah mencapai  735.907, suara tidak sah sebesar 12.915. Suara sah dan tidak sah yakni 748.822 atau 46,7% dari DPT 1.601.001.

Sementara, ditengah penetapan resmi rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilihan walikota dan wakil walikota Medan Tahun 2020, perwakilan saksi dari Paslon 01 Gelmok Samosir menyanggah pimpinan rapat dalam hal ini Ketua KPU Medan Agussyah R Damanik, tidak adanya klarifikasi KPU Medan terhadap dugaan C6 digunakan oleh bukan warga setempat di 8 (delapan) TPS di Belawan.

“Terkait laporan saksi 01, itu sudah diterima langsung pihak Bawaslu Medan untuk nantinya ditindak lanjuti,” ujar Agussyah menanggapi.

Sementara, anggota Bawaslu Medan, Julius Anggiat Lamhot Turnip menjelaskan, dugaan yang disampaikan saksi 01 (Gelmok Samosir) terhadap 4 KTP yang bukan warga Belawan, namun memilih di TPS didaerah tersebut.”Harusnya, terkait temuan saksi 01 dilakukan diawal (tingkat kecamatan), bukan sebaliknya disampaikan disini (Rapat Pleno Terbuka),” ujarnya.

Untuk itu, katanya,  dalam persoalan ini Bawaslu tidak menganggap sebagai sebuah keberatan, namun bagaimana memberi pemikiran terhadap persoalan pemilih yang bukan warga setempat itu.

Lebih lanjut, diakhir jelang penutupan rapat pleno terbuka, Agussyah kembali menekankan pada perwakilan saksi 01 untuk melakukan pandatanganan berita acara. menyahuti hal itu Kelompok

“Kami dari saksi 01 mohon izin, mengingat adanya laporannya aduan di Bawaslu dan beberapa catatan belum terselaaikan dengan ini, saksi 01 tak akan tangani berita acara itu,” katanya sebagai sebuah sikap.

Agussyah kemudian memaklumi, hasil penetapan salinan tetap diberikan kepada saksi 01.(ENC-2)

Komentar

Baca Juga