M4CR PPIU, KTH Nelayan Mandiri dan Wartawan Penanaman Mangrove

EKSISNEWS.COM, Deli Serdang – Dalam upaya bersama menjaga mangrove, memulihkan pesisir dan meningkatkan kesejehteraan masyarakat, Mangroves for Coastal Resilience Provincial Project Implementation Unit (M4CR PPIU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Nelayan Mandiri setempat dan sejumlah wartawan melakukan penanaman mangrove atau pohon Bakau.

Penanaman yang dipimpin tim lapangan M4CR PPIU bersama Ketua Kelompok Nelayan Mandiri dan wartawan, dilaksanakan di hutan mangrove Desa Sei Tuan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang, Kamis (17/9/2026).

Sedangkan penanaman pohon dilakukan usai melaksanakan Kegiatan Media Visiting, Talkhshow proyek M4CR, Sharing Session yang digelar oleh M4CR PPIU Sumut, dihadiri Manajer M4CR PPIU Aditya Wahyu Putra S Hut diwakilkan oleh Asisten Komunikasi, Reza Nasution yang menjelaskan kehadiran M4CR di lokasi tersebut di tahun 2024 dengan melakukan identifikasi dan inventarisasi dari lahan seluas penanaman yakni 28 hektar dengan total bibit 101.640 dari pola tanam intensif mencapai 3.300.

“Jadi yang kita perlu pola tanam mangrove yang bisa dibilang rapat lah 3 x 1, kemudian setelah itu M4CR melakukan penanaman di 2024, kemudian di 2025 dilakukan monitoring dan evaluasi ke lahan ini, kita hitung jumlah tanaman yang hidup, di tahun ini (2026) M4CR juga berikan matching green ke kelompok ini berikan usulan bahwa ada kegiatan usaha seperti disini ada pembesaran kepiting,” terang Reza Nasution saat berdialog didampingi Kepala Desa Paningkotan Marbun dan Ketua Kelompok Sukamto.

Sementara, terkait pengelolaan hutan mangrove dari Ketua kelompok Tani Hutan Nelayan Mandiri ,  Sukamto mengatakan sangat antusias menerima program penanaman mangrove atau pohon bakau tersebut. Menurutnya berdampak positif dalam peningkatan perekonomian warga khususnya di wilayah mereka.

“Kita dari masyarakat dan kelompok tani hutan apresiasi karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan adanya penghijauan rehabilitasi mangrove ini juga sehingga dapat menjadi tempat hidup berbagai biota laut yang akan berkembang biak dibawah akar pohon bakau. Banyak Biota laut sehingga menjadi penambahan pendapatan bagi warga,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hutan mangrove di kawasan desa mereka sampai saat ini sudah menerima penanaman pohon bakau dengan seluas 28 hektare. Dengan teknik penanaman intensif sebanyak 3300 pohon per hektarenya dari bantuan.

Pihaknya dari kelompok tani hutan pasca penanaman bakau tersebut juga akan terus berkomitmen melakukan penjaga dan pemeliharaan hutan mangrove diwilayah mereka. Ia juga turut mengucapkan terimakasih kepada pemerintah setempat yang selama ini juga turut memperhatikan hutan mangrove termasuk kesejahteraan kelompok tani hutan.

“Ini seperi ada bantuan benih ikan dan pangannya dan sudah berhasil. Selain itu adanya bantuan sampan untuk mencari ikan dilauat, kita juga memiliki ekowisata alam juga menerima bantuan MPCK, hingga pengerasan Jalan menuju Ekowisata Mangrove disini” ucapnya

Sementara kepala Desa Sei Tuan Parningotan Marbun, menyambut baik dan menyampaikan rasa terimakasih kepada M4CR PPIU yang sudah memperhatikan kelompok tani hutan dan mangrove di walayah mereka dengan mengadakan berbagai program termasuk penanaman mangrove sehingga mereka merasa terbantu.

“Sejak tahun 2024 sampai sekarang adanya  melakukan penanaman pohon bakau di hutan mangrove ini. KTH Nelayan Mandiri juga sangat merasa terbantu ,” kata Parningotan.(ENC-2).

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.